DKP Subang Selidiki Kematian Puluhan Ton Udang

Subang, Obsessionnews – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang membentuk tim untuk menindalanjuti laporan kematian puluhan ton udang windu milik warga di Kecamatan Blanakan. Menurut Kepala DKP Kab Subang, Musril Jaya pihaknya telah menerima laporan tim bahwa kematian udang windu di Blanakan akibat unsur mematikan yang mencemari tambak udang. "Laporan sudah masuk. Kami sudah membentuk tim, dan siang tadi mereka (tim) bergerak untuk meninjau kondisi sebenarnya di lapangan," ujar, Musril, Selasa (5/1/2015). Dia membenarkan, berdasarkan hasil laporan sementara menyatakan bahwa kematian udang akibat tambak terkena banjir rob, yang di dalamnya memuat beragam unsur mematikan, salah satunya limbah pabrik. Namun, pihaknya belum bisa memastikan sumber limbah yang mencemari tambak udang. "Yang bisa kami pastikan, penyebaab kematian udang-udang itu, salah satunya akibat limbah. Sebab, kalau terkena banjir rob, apapun bisa masuk ke tambak, termasuk limbah pabrik," tuturnya. Hingga kini, pihaknya belum memastikan, jumlah luas tambak yang tercemar, jumlah udang yang mati berikut nilai kerugiannya, serta kelompok petambak mana saja di Kecamatan Blanakan yang terdampak, karena masih dilakukan pendataan. Meski demikian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bupati Subang, untuk menangani persoalan tersebut, termasuk membahas kemungkinan menyalurkan bantuan darurat untuk para petambak, yang menjadi korban pencemaran itu. "Nanti akan dibahas, apa saja kebutuhan mereka yang bisa kami bantu. Soal ini segera kami koordinasikan dengan bupati. Saat ini, kami masih lakukan pendataan," pungkas Musril. Sebelumnya pihak DKP mendapat laporan tentang 100 hektare tambak udang windu tersebar di Desa/Kecamatan Blanakan Subang, tercemar limbah. Sehingga, menyebabkan 40 ton udang windu milik empat kelompok petambak, mati dengan kerugian milyaran rupiah. (Teddy)





























