Puluhan Relawan AJT Renovasi Rumah Korban Terseret Air Kali Tempuran

Puluhan Relawan AJT Renovasi Rumah Korban Terseret Air Kali Tempuran
Semarang, Obsessionnews – Puluhan relawan Andalan Jeli Tangguh (AJT) merenovasi rumah korban meninggal terseret arus Kali Tempuran beberapa waktu lalu. Rumah yang terletak di RT 02/RW 07 Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang ini hanya dihuni 3 anak yatim piatu, korban banjir bandang. Mereka adalah Meylcya, Nevya Ramadhan dan Mifta Salsabila. Ibu mereka, Endang Pria Tiningsih dan adiknya Feysa telah meninggal akibat terseret arus Kali Tempuran. Ketiganya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Kariadi Semarang. Camat Gunungpati, Bambang Pramonsinto mengaku terharu dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada relawan AJT. Pihaknya mengaku beruntung, karena para relawan bergerak cepat dan langsung membantu masalah sosial yang terjadi pada warganya. “Pas relawan pencairan korban, saya juga kontak relawan AJT, selain tim SAR juga. Kami menilai kegiatan AJT positif, kami lihat buktinya sendiri setelah membantu pencarian jenazah dan begitu saya lihatkan kondisi rumah dan kronologi kejadian meninggalnya korban secara cepat rumah korban direnovasi dan dipasangkan PAM,” kata Bambang didampingi Lurah Sarirejo, Sukidi saat ditemui dilokasi bedah rumah, Senin (4/1/2016). Pembenahan rumah sendiri diperkirakan memakan waktu hingga 20 hari ke depan. Bambang merasa, bantuan yang disalurkan AJT lebih cepat ketimbang dari pemerintah. “Kami akui dari pemerintah sampai hari ini masih bantuan evakuasi, tapi BPBD akan memberikan bantuan sosial, kami sudah mengajukan melalui surar resmi. Bansos mau disalurkan minggu depan karena kemarin terganjal akhir tahun, kami sadari AJT lebih cepat,” akunya. Sementara itu, Sekretaris AJT, Dwi Saputra menyatakan, relawan turun ke lokasi setelah melihat fakta dari laporan Camat Gunungpati yang menyatakan bahwa ada masyarakat meninggal karena tidak memiliki air di kamar mandi rumahnya. Korban sendiri diketahui saat itu menggunakan air Kali Tempuran untuk mencuci yang berujung pada tragedi tersebut. “Total biaya sekitar Rp 50 juta yang kami gelontorkan Mas, semua murni dari kami tanpa bantuan pemerintah. Bagaimanapun kami tegaskan AJT mutlak independen, kami juga bukan perpanjangan tangan parpol, bukan utusan kelompok organisasi, AJT adalah milik masyarakat,”kata Dwi didampingi Darmoko Komandan Regu Provos AJT. Begitu mendengar ada korban, Dwi mengaku langsung mengerahkan 25 kru provos AJT. Pihaknya juga memberi santunan anak yatim dan membantu prosesi pemakaman. “Untuk bedah rumah personil AJT turun 30 tim dibantu 20 warga, diperkirakan 20 hari selesai total sekaligus lantai nanti dikramik. Start awal membantu sejak 1 Januari 2015 lalu sehabis Jumatan,” tandas dia. (Yusuf IH)