Ini Pemicu Inflasi 0,69 Persen di Desember 2014

Ini Pemicu Inflasi 0,69 Persen di Desember 2014
Jakarta, Obsessionnews - Selama Desember 2015, inflasi tercatat 0,69 persen. Sejumlah komoditas menjadi pendorongnya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, cabai merah yang mengalami kenaikan harga sebesar 42,57 persen ketimbang November 2015 menjadi salah satu pemicu inflasi di bulan Desember 2015 dengan andil 0,17 persen. Menurut Kepala BPS Suryamin dalam paparannya di Jakarta, Senin (4/12), kenaikan tersebut akibat pasokan berkurang hingga memicu inflasi di 79 kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Menurut dia, kenaikan harga cabai merah yang paling tinggi terjadi di Tegal dengan melambung sebanyak 136 persen disusul Semarang, Jawa Tengah sebesar 111 persen. Selanjutnya, bawang merah yang harganya naik 36,25 persen turut andil terhadap inflasi sebesar 0,14 persen. Kenaikannya juga disebabkan kurangnya pasokan. Akibatnya, harga naik di semua kota IHK. Paling tinggi terjadi di Bima, NTB sebesar 78 persen dan Tanjung 72 persen. Tarif angkutan udara pada Desember juga naik 10,28 persen akibat meningkatnya permintaan yang bersamaan dengan perayaan Natal dan tahun baru. Ini, terjadi di 43 kota IHK dan paling tinggi di Padang 49 persen serta Bandung 46 persen. Daging ayam ras juga melambung 6,21 persen hingga mendorong inflasi sebesar 0,07 persen. Ini, terjadi di 75 kota IHK dan paling tinggi di Kupang sebanyak 42 persen serta Sampit 31 persen. Telur ayam harganya juga melambung 9,17 persen. Kenaikannya, menyumbang andil terhadap inflasi sebanyak 0,07 persen. "Terjadi kenaikan harga di 81 kota IHK, tertinggi di Gorontalo (21 persen), dan Yogyakarta (18 persen)," ucap Suryamin. Kenaikan tarif listrik sebesar 1,8 persen juga memberi andil ke inflasi sebesar 0,06 persen. Terdongkraknya harga ikan segar sebesar 1,16 persen juga memberikan andil sebanyak 0,04 persen. "Cabai rawit yang naik harga 23,51 persen memberikan andil ke inflasi sebesar 0,04 persen. Terjadi kenaikan di 71 kota IHK, tertinggi di Jayapura sebesar 136 persen dan Sumenep 90 persen," kata dia. Naiknya harga beras sebesar 0,59 persen juga mempengaruhi inflasi Desember 2015. Rokok filter yang naik 1,13 persen, rokok kretek 0,99 persen, sewa rumah 0,23 persen serta tarif kereta api 2,58 persen juga memicu inflasi di bulan tersebut. Emas dan perhiasan yang turun harga sebesar 0,92 persen serta bahan bakar minyak yang juga turun 0,23 persen menjadi unsur penghambat inflasi di bulan itu. (Mahbub Junaidi)