Defisit Anggaran Dorong Pemerintah Tambah Utang

Defisit Anggaran Dorong Pemerintah Tambah Utang
Jakarta, Obsessionnews - Defisit anggaran yang melebar, tak pelak justru menambah beban pemerintah terkait utang negara. Estimasi asumsi makro yang sangat optimis serta realisasi penerimaan pajak yang jauh di bawah target, justru memberi implikasi serius bagi APBN. ‬Pada APBN-P 2015, realisasi pendapatan yang rendah justru membuat defisit berpotensi menembus angka 3 persen. Dan ini, jauh dari target sebesar 1,9 persen. Akibat dari pelebaran defisit, maka pemerintah pun kembali menarik utang luar negeri serta penerbitan surat utang negara (SUN) yang menjadi salah satu pendorong naiknya imbal hasil obligasi di pasar domestik. Peningkatan beban utang pun bukan cuma dirasakan pemerintah. Penerbit obligasi swasta pun demikian. Sebab defisit tinggi berpotensi turunkan kredibilitas pemerintah di mata investor hingga berakibat pula pada peningkatan yield surat utang pemerintah. Tahun ini saja, rata-rata yield obligasi pemerintah untuk tenor 10 tahun berada di angka 8,9 persen akibat tingginya capital outflow di pasar modal. Ini, membuat permintaan terhadap obligasi pemerintah oleh investor asing turun. Seandainya tekanan di sektor keuangan terus berlanjut, dari hasil analisa, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menduga, pemerintah bakal menambah pencairan standby loan serta sejumlah komitmen utang bilateral dan multilateral dari beberapa lembaga. (Mahbub Junaidi)