Luar Biasa Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia

Jakarta, Obsessionnews– Luar biasa perkembangan bidang teknologi informasi sejak 1980-an hingga kini. Era 1980-an dimulai keterbukaan informasi, dan pada era 1990-an terjadi sebuah revolusi besar-besaran. Di era itulah internet mulai dikenal banyak kalangan, dan inilah yang sering disebut sebagai revolusi digital. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih seperti saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah. Revolusi digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang terjadi sejak 1980, dan berlanjut sampai saat ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi industri, revolusi digital menandai awal era informasi. Revolusi digital ini berimbas pada pola hidup seseorang. Dulu orang membeli koran untuk memperoleh informasi, namun saat ini dimudahkan dengan membaca berita atau iklan di media online di manapun dan kapanpun. Kehidupan masyarakat dewasa ini memang tidak dapat dipisahkan dari media online. Sebagian besar masyarakat terkena sindrom media online di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun. Media yang menawarkan berbagai kemudahan dalam hal mengonsumsi berita, bergaul, dan berbisnis ini, memang telah menjadi sahabat terbaik masyarakat. Melalui media online, masyarakat dapat berkomunikasi dengan banyak orang, dari orang yang dikenal, hingga orang yang tidak dikenal. Media online menawarkan sebuah kesempatan berkomunikasi yang menembus ruang dan waktu. Memang banyak manfaat yang diberikan oleh media online kepada masyarakat. Oleh karena itu media online adalah sasaran empuk bagi para wartawan untuk mempublikasikan informasi. Sekecil apapun suatu pemberitaan yang telah disajikan dalam media online dan dikemas dengan semenarik mungkin, maka akan dibaca oleh masyarakat. Selain itu, media online juga dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk mempromosikan produknya. Fakta menunjukkan banyak pengusaha yang memperoleh keuntungan dari bisnis online. Dalam lima tahun terakhir di Indonesia banyak bermunculan media online. Pertumbuhan media online yang begitu pesat mengkhawatirkan industri media cetak. Pasalnya, banyak orang lebih cenderung membaca berita online dibandingkan berita di koran atau majalah. Bisnis media online di Indonesia berprospek cerah, karena memiliki pasar yang sangat besar. Tak sedikit industri media online yang mendapat investasi dari dalam negeri dan luar negeri. Dan berkat suntikan dana yang besar tersebut sejumlah industri media online semakin berkembang. Dipelopori detik.com Pelopor portal berita online di Indonesia adalah detik.com. Sejak didirikan tahun 1998 hingga kini detik.com merupakan salah satu portal berita terpopuler di Indonesia. Server detik.com sebenarnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai daring (online) dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Tanggal 9 Juli itu akhirnya ditetapkan sebagai hari lahir detik.com yang didirikan Budiono Darsono (eks wartawan tabloid DeTIK), Yayan Sopyan (eks wartawan tabloid DeTIK)), Abdul Rahman (mantan wartawan majalah Tempo), dan Didi Nugrahadi. Semula peliputan utama detik.com terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detik.com memutuskan juga menayangkan berita hiburan dan olah raga. Pada Juli 1998 situs detik.com per harinya menerima 30.000 hits (ukuran jumlah pengunjung ke sebuah situs) dengan sekitar 2.500 user (pelanggan internet). Sembilan bulan kemudian, Maret 1999, hits per harinya naik tujuh kali lipat, tepatnya rata-rata 214.000 hits per hari atau 6.420.000 hits per bulan dengan 32.000 user. Pada Juni 1999, angka itu naik lagi menjadi 536.000 hits per hari dengan user mencapai 40.000. Saat ini hits detik.com mencapai 2,5 juta lebih per harinya. Selain perhitungan hits, detik.com masih memiliki alat ukur lainnya yang sampai sejauh ini disepakati sebagai ukuran yang mendekati seberapa besar potensi yang dimiliki sebuah situs. Ukuran itu adalah page view (jumlah halaman yang diakses). Page view detik.com sekarang mencapai 3 juta per harinya. Pada 3 Agustus 2011 CT Corp mengakuisisi detik. com. Sejak tanggal itulah secara resmi detik.com berada di bawah Trans Corp. Chairul Tanjung, pemilik CT Corp, membeli detik.com dengan nilai US$60 juta atau Rp 540 miliar. Di bawah pengelolaan manajemen Trans Corp., detik.com semakin berkibar. (arh)





























