"Eksekusi Sheikh Nimr, Bahaya Bagi Timur Tengah''

Eropa - Uni Eropa menyatakan eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr oleh rezim Saudi dapat memiliki "konsekuensi berbahaya" bagi Timur Tengah, sebuah kawasan yang sedang dicekam gejolak berdarah. Dalam pernyataan yang dirilis sebagai reaksi atas eksekusi tersebut, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, Sabtu (2/1), mengatakan bahwa kasus eksekusi Sheikh Nimr menimbulkan kekhawatiran serius tentang kebebasan berekspresi dan penghormatan hak-hak sipil dan prinsip politik "juga dalam rangka pertempuran melawan terorisme. " Dia memperingatkan bahwa kasus tersebut berpotensi memicu "ketegangan sektarian lebih lanjut yang sudah membawa begitu banyak kerusakan di seluruh kawasan (Timur Tengah), dengan konsekuensi yang berbahaya." Pada Sabtu, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan bahwa Sheikh Nimr bersama dengan 46 orang lain, telah dieksekusi karena terlibat dalam "aksi terorisme" dan mengadopsi ideologi "Takfiri". Sheikh Nimr adalah kritikus kebijakan rezim Riyadh, dan dia ditangkap pada tahun 2012 di wilayah Qatif yang mayoritas warganya adalah Syiah. Dia didakwa dengan menghasut kerusuhan dan merusak keamanan kerajaan, menyampaikan orasi anti-rezim dan mendukung tahanan politik. Meski demikian Sheikh Nimr menolak semua tuduhan tersebut dan menilainya tidak berdasar. Mogherini, meminta pemerintah Saudi "untuk meningkatkan rekonsiliasi antara berbagai komunitas yang berbeda." (irib.ir)





























