Belgia Melarang Perayaan Tahun Baru

Brussels - Penyalaan petasan dan perayaan Tahun Baru dibatalkan di Kota Brussels karena pemerintah Belgia bersiaga atas ancaman teror. Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan ‘informasi yang kami terima’. Pembatalan tersebut diamini Wali Kota Brussels, Yvan Mayeur. “Bersama dengan menteri dalam negeri, kami memutuskan untuk tidak menggelar perayaan pada Kamis malam,” ujarnya kepada media RTBF. Padahal, menurut Mayeur, sebanyak 100.000 orang berkumpul di Brussels pada akhir 2014 untuk menyambut pergantian tahun. “Dalam situasi seperti sekarang kami tidak bisa memeriksa semua orang,” tambahnya. Baik Michel maupun Mayeur tidak merinci informasi macam apa yang diterima sehingga perayaan tahun baru dibatalkan. Namun, pada awal pekan ini, kepolisian Belgia telah menangkap dua orang yang diduga merencanakan serangan selama musim liburan Natal dan tahun baru. Kewaspadaan yang diterapkan pemerintah Belgia sudah berlangsung sejak serangan di Paris, 13 November lalu. Pasalnya, sejumlah pelaku serangan diyakini bermukim di Belgia, termasuk dalang serangan yaitu Abdelhamid Abaaoud. Bulan lalu, pemerintah Belgia memberlakukan kondisi siaga di Brussels selama empat hari dengan menutup universitas, sekolah, dan sistem kereta bawah tanah. [caption id="attachment_86028" align="aligncenter" width="640"]
Penjagaan dilakukan di sejumlah pusat-pusa keramaian warga. (BBC)[/caption] Tanpa Ingar-bingar Selain di Brussels, pengetatan keamanan juga berlangsung di sejumlah kota di Eropa menjelang malam pergantian tahun. Di Paris, Prancis, penyalaan kembang api dan petasan ditiadakan. Namun, acara berkumpul di kawasan Champs Elysees menjelang pergantian tahun akan berlangsung di tengah keamanan ketat. “Kami memutuskan untuk merayakan Tahun Baru dengan sikap merenung dan tanpa ingar-bingar,” kata Wali Kota Paris, Anne Hidalgo. Sementara itu, di Ankara, Turki, kepolisian Turki menangkap dua tersangka anggota kelompok ISIS yang dituduh merencanakan serangan perayaan tahun baru. Kedua orag itu ditengarai masuk ke Turki melalui Suriah dan merencanakan dua serangan terpisah di tempat keramaian, sebut kantor berita Anadolu. Dalam penyergapan, rompi berisi bahan peledak ditemukan. Dua insiden bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 100 orang di Ankara pada Oktober lalu. Turki menyalahkan ISIS, namun tiada kelompok lain yang mengklaim bertanggung jawab. (BBC)
Penjagaan dilakukan di sejumlah pusat-pusa keramaian warga. (BBC)[/caption] Tanpa Ingar-bingar Selain di Brussels, pengetatan keamanan juga berlangsung di sejumlah kota di Eropa menjelang malam pergantian tahun. Di Paris, Prancis, penyalaan kembang api dan petasan ditiadakan. Namun, acara berkumpul di kawasan Champs Elysees menjelang pergantian tahun akan berlangsung di tengah keamanan ketat. “Kami memutuskan untuk merayakan Tahun Baru dengan sikap merenung dan tanpa ingar-bingar,” kata Wali Kota Paris, Anne Hidalgo. Sementara itu, di Ankara, Turki, kepolisian Turki menangkap dua tersangka anggota kelompok ISIS yang dituduh merencanakan serangan perayaan tahun baru. Kedua orag itu ditengarai masuk ke Turki melalui Suriah dan merencanakan dua serangan terpisah di tempat keramaian, sebut kantor berita Anadolu. Dalam penyergapan, rompi berisi bahan peledak ditemukan. Dua insiden bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 100 orang di Ankara pada Oktober lalu. Turki menyalahkan ISIS, namun tiada kelompok lain yang mengklaim bertanggung jawab. (BBC) 




























