Terompet Sampul Al Qur’an Jangan Jadi Isu SARA

Terompet Sampul Al Qur’an Jangan Jadi Isu SARA
Jakarta, Obsessionnews - Beredarnya terompet tahun baru berbahan (afkiran) sampul mashaf Al Qur'an di beberapa kota di Indonesia memang menimbulkan persoalan (keagamaan) serius bagi kita, khususnya umat Islam di Indonesia. Namun demikian, kata Jurubicara Presiden era Gus Dur, Adhie M Massardi, kiita (umat Islam) jangan terpancing merespon persoalan ini dengan emosi, apalagi menjadikan hal ini sebagai bahan provokasi untuk memanaskan situasi politik SARA (suku, agama, ras dan antar-golongan). “Karena hal ini akan semakin memperburuk kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara yang saat ini sedang dilanda krisis kepemimpinan, ekonomi, dan ketidakpastian hukum yang sangat serius,” tandasnya, Rabu (30/12/2015). terompet Quran-2 Menyikapi munculnya "terompet al Qur"an" ini Adhie Massardi menganggap sebagai peristiwa spiritual dengan dua makna. 1. Mencerminkan umat Islam di Indonesia (sudah) tidak lagi membaca Kitab Suci al Qur'an dalam pengertian yang dititahkan Allah Azza wa Jalla, membaca dengan maknanya, untuk kemudian wajib diamalkan. Apa yang terjadi di negeri kita yang mengalami kerusakan moral sangat serius mencerminkan segenap isi al Qur'an tidak sungguh-sungguh diamalkan oleh umat Islam yang menjadi agama mayoritas di negeri ini. 2. Terompet "mashaf al Qur'an" yang akan menjadi instrumen penyambut tahun baru 2016 akan menjadi (insya Allah) nafiri bangkitnya kesadaran umat Islam Indonesia, sehingga 2016 akan lahir tokoh Islam yang bersama elemen bangsa lainnya membawa rakyat Indonesia ke medan kesejahteraan dalam keberkahan. “Semoga pendapat saya ini bermanfaat bagi sekalian saudara-saudara sebangsa dan seiman,” tandas Adhie Massardi yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB). (Red) ]