Olahraga Indonesia 2015, Sepakbola Menyita Perhatian

Olahraga Indonesia 2015, Sepakbola Menyita Perhatian
Jakarta, Obsessionnews-Dunia Olahraga Indonesia mengalami berberapa perubahan penting pada 2015 ini. Pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga akhirnya terjadi setelah awalnya didahului surat peringatan pemerintah pada 8 April 2015 adalah yang paling menyita perhatian. Kemenpora menghukum PSSI karena alasan meloloskan Arema dan Persebaya yang persyaratannya dinilai tak lengkap. Selain itu beberapa masalah lain seperti adanya pengaturan skor dan mafia, yang sayangnya masih belum bisa dibuktikan sampai sekarang. Pada 18 April, pemerintah mengirim surat pembekuan PSSI ditengah kongres organisasi itu di Surabaya. Dan akan membentuk tim transisi pengganti peran PSSI. Pada 2 Mei, PSSI menghentikan kompetisi Liga Indonesia karena keadaan terpaksa (force majeur). Kisruh ini sampai ke FIFA, dan organisasi sepakbola sedunia ini akhirnya 4 Mei, Sekjen FIFA (waktu itu), Jerome Valcke mengirim surat yang isinya jika sebelum 29 Mei pemerintah tak mengakui PSSI, Indonesia dicoret untuk ikut kompetisi dalam lingkup FIFA. 30 Mei, tak ada perubahan, FIFA menghukum PSSI dengan tidak mengikutsertakan induk sepakbola Indonesia itu berlaga di kancah kompetisi FIFA. Otomatis, klub pesertanya terkena imbas. Hingga akhir Desember, pemerintah tak mau mengikuti anjuran FIFA agar membentuk tim yang isinya perwakilan FIFA, suporter, pemerintah dan PSSI. Pemerintah mau hanya tim kecil independen yang isinya adalah FIFA dan Pemerintah tanpa PSSI. Menpora Imam Nahrawi menjanjikan sepakbola nasional akan kembali seperti semula pada Februari 2016, atau setelah Presiden FIFA yang baru terpilih. Untuk menyokong klub dan juga animo masyarakat, pemerintah menggandeng swasta, diantaranya Mahaka Grup untuk menggelar turnamen, mulai dari Piala Kemerdekaan, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman. PT Liga Indonesia malah merencanakan kompetisi bergulir lagi pada Maret 2016. Peristiwa lainnya adalah cabang karate berhasil menjadi juara umum kejuaraan karate Premier League Oktober kemarin yang berlangsung di Jakarta. Cabang Wushu juga mencatat prestasi serupa, juara umum dengan mengalahkan negara kuat, Tiongkok dalam kejuaraan Wushu di Istora Senayan Jakarta. Selain itu wacana pemberian tunjangan dan pensiun pada atlet dan mantan atlet peraih medali olimpiade juga dimatangkan tahun ini. Tahun depan, atlet sudah bisa mendapat tunjangan dan pensiun. Pada 2017, atlet dan mantan atlet peraih medali di Asian Games, SEA Games dan PON juga mendapatkan tunjangan serupa. (baron)