Din Minimi Minta KPK Berada di Aceh

Jakarta, Obsessionnews - Setelah menjadi buronan berbulan-bulan kelompok bersenjata di Aceh yang dipimpin oleh Nurdin Bin Ismail atau Din Minimi akhirnya berhasil menyerah alias angkat senjata. Aksinya pemberontakan Din Minimi ini dipicu karena kekecewaan terhadap pejabat pemerintah di Aceh. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan, penyerahan Din Minimi kepada kepada BIN, disertai dengan beberapa tuntutan. Salah satunya, mereka meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga didirikan di Aceh, untuk menangkap elit mantan Gerakan Aceh Merdeka yang berpilaku korup. "Din Minimi ini minta, ada KPK di Aceh. Tentu ini kan baik, karena ia melihat ketidak beresan APBD," kata Sutiyoso, melalui sambungan telpon, Selasa (29/12/2015). Selain itu, Din Minimi meminta reintegrasi dilanjutkan, terus meminta janda-janda GAM di perhatikan kesejahteraanya, kemudian meminta yatim piatu dipelihara. "Itu kan sebuah tuntutan yang baik, yang saya pikir negara harus memikirkan," tuturnya. Diluar itu, Din Minimi juga meminta, Pilkada kedepan ada tim independen yang memantau jalanya Pilkada. Beberapa kali Din Minimi memang kecewa dengan pelaksanaan Pilkada di Aceh, sehingga ia kembali mengangkat senjata. Sutiyoso menegaskan, Din Minimi ini bukan kelompok separatisme. Aksi pemberontakanya itu dipicu karena dia kecewa denga elit GAM yang kini berkuasa di Aceh. Din Minimi sendiri adalah mantan anggota GAM bersama ayahnya Ismail. (Albar)





























