Din Minimi Berontak Karena Kecewa dengan Elite GAM

Jakarta, Obsessionnews - Kelompok bersenjata di Aceh yang dipimpin oleh Nurdin Bin Ismail atau Din Minimi sudah menyerah. Din Minimi menyerahkan senjatanya, setelah ada negosiasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyono. Sutiyoso mengatakan, Din Minimi bukanlah kelompok separatisme yang menginginkan kemerdekaan di Aceh. Menurutnya, pemberontakan yang dilakukan oleh Din Minimi hanya bentuk kekecewaan terhadap elite mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Din Minimi ini bukan kelompok separatisme. Mereka hanya kecewa dengan elit GAM, yang duduk di pemerintahan saat ini," kata Sutiyoso melalui sambungan telpon, Selasa (29/12/2015). Din Minimi sendiri adalah mantan kelompok GAM. Ia dikenal oleh masyarakat karena kerap mengangkat senjata menuntut keadilan dari Pemerintahan Aceh dari sejak 1997. Saat itu, Din Minimi selalu menjadi incaran polisi. Berdasarkan catatan kepolisian, Din Minimi kerap terlibat dalam kasus perampokan, dan penculikan, di Lhokseumawe dan Aceh Timur. Jiwa pemberaninya memang menurun dari ayahnya Ismail, yang juga mantan aktivis GAM, yang kini menghilang tanpa jejak. Aksi Din Minimi ini kembali terulang, membunuh dua intel Kodim 0103 pada bulan Maret lalu. Kini Din Minimi sudah menyerah, setelah menjadi diburu berbulan-bulan. (Albar)





























