Sofyan Djalil: Besarnya Kutipan Masih Dihitung

Sofyan Djalil: Besarnya Kutipan Masih Dihitung
Jakarta, Obsessionnews - Menyikapi kritik pedas yang menyebutkan kalau kutipan dana ketahanan energi sebagai pungutan liar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil menolaknya. Dia bilang, bentuk pertanggung jawaban pemerintah saat ini tengah disusun. Di Jakarta, Senin (28/12), Sofyan menjelaskan kalau pemerintah menjamin akuntabilitas pungutan dana ketahanan energi dari masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM). “Kami sadar benar tentang masalah itu. Di mana di taruh uang itu dan bagaimana menggunakannya,” kata Sofyan. Berbeda dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang menyatakan tiap liter premium bakal dikutip Rp 200 dan solar Rp 300, Sofyan malah mengatakan kalau besaran dana yang bakal dipungut dari masyarakat sebagai dana ketahanan energi masih dihitung. “Sangat mudah mengetahui besarnya berapa banyak bensin terjual atau solar terjual kali berapa rupiah (kutipan). Jadi pertanggungjawabannya akan sangat jelas,” katanya. Seirama dengan Menteri ESDM, Sofyan mengatakan kalau dana yang dikutip dari masyarakat itu bakan jadi dana cadangan saat harga minyak dunia naik. Nantinya, pemerintah tak perlu menaikkan harga jual eceran BBM di dalam negeri. (Mahbub Junaidi)