Budaya Mundur Dukung Reformasi Birokrasi

Budaya Mundur Dukung Reformasi Birokrasi
Subang, Obsessionnews – Mundurnya pejabat apabila tidak berprestasi - seperti yang ditunjukkan oleh Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Pajak - sebagai suatu budaya baru yang harus dibiasakan. Karena, menurut Wakil Rektor Universitas Subang (Unsub) Deddy As-Shidik, budaya prestasi harus dikembangkan. Supaya misi Reformasi Birokrasi berhasil. “Memang harus dibiasakan karena sekarang untuk budaya prestasi dan kinerja. Supaya yang seperti itu jadi contoh. Supaya (Misi) Reformasi Birokrasi berhasil,” ujarnya kepada Obsessionnews.com, Senin (28/12/2015). Selanjutnya kata Deddy, yang menjadi kesulitan dari misi Reformasi Birokrasi karena tidak menerapkan budaya prestasi. “Itulah salahnya. Selama belum habis masa jabatan, walau pun tidak berprestasi - terusa saja menjabat,” imbuhnya. Dia berharap yang mundurnya pejabat apabila tidak berprestasi menjadi preseden baik dan menjadi budaya birokrasi Bangsa Indonesia. “Jadi (antara) revolusi mental dan reformasi birokrasi sejalan,” tegasnya. Budaya mundur itu menyangkut masalah moral. Kata Deddy dalam birokrasi itu ada ada formal dan moral. Moral lebih tinggi. “Moral itu langsung merasakan. Jika merasa tidak mampu daripada memaksakan diri lebih baik mundur,” tandasnya. Ini menyangkut etika birokrasi yang tidak tercatat dalam aturan. Mengenai asumsi untuk menghindari tanggung jawab birokrasi, itu menyangkut masalah formal. Secara formal harus dibuktikan secara hukum. Bila tersangkut masalah hukum, walaupun mundur msalah hukum harus tetap dihadapi. “Walau sudah mundur terus tidak bebas dari hukuman,” pungkasnya. (Teddy)