Penemuan Mayat Tak Beridentitas Gegerkan Warga

Muna Barat, Obsessionnews - Ditemukan seorang mayat laki-laki tak beridentitas sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Wuna, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Ciri-ciri korban rambut cepak, memakai baju jiket levis jadul, dan celana jeans levis pudar warna biru, dengan ikat pinggang tali ravia. "Tidak ada identitas cuman ada rokok di kantong jaket dan korek di kantong celana," ungkap Jumadil pada Obsessionnews, warga setempat yang ikut melihat di TKP, Kamis (24/12/2015).
Korban yang tidak beridentitas itu ditemukan tergeletak di tumpukan material batu kapur. Pertama kali yang menemukan korban adalah petugas proyek jalan sekitar pukul lima sore, berawal dari perkiraan sebuah karung, namun ternyata saat diperiksa seorang manusia tak bernyawa lagi. Seketika itu warga setempat berkerumuh di TKP namun tak satupun mengenal wajah korban"Warga setempat sok dengan kejadian ini," tuturnya.
Kurang lebih pukul 20.00 WIB aparat kepolisian sudah ada di lokasi kejadian, dan jam sepuluh kurang lima belas menit polisi memasukan mayat ke ambulance dan membawanya menujua RSUD Kabupaten muna untuk diotopsi. "Sekarang polisi bawa mayat itu di RSDU Raha," tuturnya. Sebelumnya material batu kapur diambil dari desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi. Sempat kepala desa Tangkumaho datang ke TKP untuk memastikan korban namun kepala desa tidak mengenalnya juga. (Asma)
Korban yang tidak beridentitas itu ditemukan tergeletak di tumpukan material batu kapur. Pertama kali yang menemukan korban adalah petugas proyek jalan sekitar pukul lima sore, berawal dari perkiraan sebuah karung, namun ternyata saat diperiksa seorang manusia tak bernyawa lagi. Seketika itu warga setempat berkerumuh di TKP namun tak satupun mengenal wajah korban"Warga setempat sok dengan kejadian ini," tuturnya.
Kurang lebih pukul 20.00 WIB aparat kepolisian sudah ada di lokasi kejadian, dan jam sepuluh kurang lima belas menit polisi memasukan mayat ke ambulance dan membawanya menujua RSUD Kabupaten muna untuk diotopsi. "Sekarang polisi bawa mayat itu di RSDU Raha," tuturnya. Sebelumnya material batu kapur diambil dari desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi. Sempat kepala desa Tangkumaho datang ke TKP untuk memastikan korban namun kepala desa tidak mengenalnya juga. (Asma)





























