BCA Gandeng The Hokkaido Bank

BCA Gandeng The Hokkaido Bank
Jeli dan cepat menangkap peluang bisnis, itu kiat sukses perusahaan-perusahaan besar. Di kancah persaingan bisnis dalam era global yang semakin lama kian kompetitif, masing-masing perusahaan dituntut harus agresif untuk menangkap berbagai peluang bisnis yang prospektif. Dengan demikian perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus survive dan bahkan berkembang pesat. Sebaliknya perusahaan-perusahaan yang tidak jeli menangkap peluang bisnis, tentu akan tersingkir dari persaingan. Dan bahkan terancam gulung tikar. Salah satu perusahaan perbankan di Indonesia yang memiliki kejelian membidik peluang bisnis adalah oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA). BCA ini tidak pernah berhenti berinovasi, dan hasilnya bank ini terus berkembang hingga kini. [caption id="attachment_84483" align="alignnone" width="500"]Jajaran manajemen BCA dan The Hokkaido Bank, Ltd.Jajaran manajemen BCA dan The Hokkaido Bank, Ltd.[/caption] Kali ini BCA memperkuat ekspansi layanan perbankan di luar negeri melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama The Hokkaido Bank, Ltd, salah satu bank regional Jepang di perfecture Hokkaido, Jepang. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Pusat The Hokkaido Bank, Ltd di Sapporo, Hokkaido, Jepang, Rabu (25/11/2015), antara Direktur BCA Dhalia M. Ariotedjo dan Managing Director The Hokkaido Bank, Ltd Makoto Uesugi. Turut hadir dalam penandatanganan MoU tersebut jajaran senior manajemen dari kedua belah bank. BCA menggandeng The Hokkaido Bank, Ltd karena akhir-akhir ini meningkatnya investasi dari Negeri Matahari Terbit itu ke Indonesia. Jepang merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) nilai investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 2,7 miliar dolar AS untuk 1.010 proyek. Investasi tersebut didominasi oleh industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya. Industri-industri otomotif yang didirikan oleh investor asal Jepang tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian masuknya investasi asing ikut andil mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Indonesia salah satu negara di Asia yang menjadi incaran bagi investor-investor asing, termasuk Jepang, untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor karena kondisinya kondusif. Selain itu ketersediaan listrik, jalan, jembatan, air bersih, pelabuhan, dan berbagai infrastruktur lainnya menjadi daya tarik bagi kalangan investor asing untuk datang berduyun-duyun ke Indonesia. Jepang sendiri sudah lama berinvestasi di Indonesia. Melihat kondisi Indonesia yang kondusif, Jepang semakin tertarik untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Sementara itu pihak Indonesia berharap Jepang juga mengembangkan investasinya sektor-sektor di luar industri otomotif, agar dapat lebih banyak lagi menciptakan lapangan kerja. BCA berharap penandatanganan MoU ini ke depannya dapat mendukung kemajuan bagi kegiatan pengembangan usaha kedua belah pihak. Nota kesepahaman ini mencakup berbagai area kerja sama dalam bidang layanan keuangan dan perbankan lintas negara, antara lain investment banking services, retail banking services, corporate banking services termasuk business matching dan area-area bisnis lainnya. Sejak 1951 The Hokkaido Bank, Ltd memiliki reputasi dan pengalaman dalam memberikan pelayanan perbankan untuk sektor bisnis kecil dan menengah di Hokkaido. Bank ini memiliki 141 cabang di Jepang dan 3 kantor perwakilan di China dan Russia. The Hokkaido Bank, Ltd tercatat memiliki total aset sebesar JPY4,915 miliar . Melalui kerja sama ini diharapkan kedua bank dapat saling mendorong dalam meningkatkan layanan nasabah serta perdagangan internasional antara kedua negara. BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksional, serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial & UKM dan konsumer. Pada akhir September 2015, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada lebih dari 13 juta rekening nasabah melalui 1.160 cabang, 16.783 ATM dan ratusan ribu EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking. (red/arh)