MRT Jakarta Jadi Proyek Percontohan

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku harus secara rutin memantau pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT), meskipun yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah Gubernur DKI Jakarta. Jokowi ingin proyek ini bisa tuntas sesuai dengan target yang ditentukan.
"Kita harapkan nantinya pengeboran ini akan selesai pada tahun 2016 akhir seluruhnya, terowongannya sudah jadi," ujar Jokowi di lokasi pengeboran di kawasan Senayan Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Selain itu, Jokowi mengatakan ingin supaya proyek MRT Jakarta ini akan menjadi proyek percontohan bagi kota-kota lainnya yang ingin membangun kereta bawah tanah. Kota-kota tersebut yang mempunyai intensitas kemacetan yang tinggi.
"Kota yang besar yang memerlukan transportasi massal tapi ruang di atas tanahnya sudah tidak memungkinkan, mau tidak mau di bawah tanah. Saya kira semua kota-kota besar di seluruh dunia seperti itu," katanya.
Jokowi pantas memuji kinerja kontraktor Jepang yang menggarap proyek MRT yang diakuinya cukup bagus dalam manajemen kemacetan. Sehingga kekhawatiran masyarakat akan kemacetan parah pada saat pembangunan proyek berlangsung tidak terjadi.
Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami menuturkan mega proyek MRT membutuhkan dana sebesar US$ 1,5 miliar yang terdiri dari dana hibah dan dana pinjaman. Ia pun mengaku optimistis proyek dapat selesai tepat waktu yakni pada September 2016.
Seperti diberitakan, mesin bor bawah tanah Antareja akan menggali terowongan proyek MRT tahap I dari Patung Pemuda Senayan sampai Setiabudi. Mesin bor buatan Jepang ini merupakan mesin yang pertama dioperasikan dari total empat mesin yang akan beroperasi dalam pekerjaan konstruksi proyek MRT Jakarta.
Mesin ini dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan CP 105 (Senayan-Setiabudi) yaitu SOWJ, joint venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi. (Has)





























