Irman Gusman: Ciptakan Santri Paripurna di Ponpes

Irman Gusman: Ciptakan Santri Paripurna di Ponpes
Padang, Obsessionnews - Lulusan pondok pesantren (Ponpes) ke depan harus paripurna. Selain hafal kitab kuning, siswa lulusan pondok pesantren harus bisa menguasai tekhnologi informasi, ekonomi dan keterampilan. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman mengatakan, kitab kuning sebagai basis atau fondasi dasar pengetahuan pesantren, harus tetap dipertahankan. Ilmu yang melekat di pesantren mesti diperkuat dengan ilmu pengetahuan umum seperti bahasa Inggris dan ilmu komputer, sehingga menjadi lebih paripurna. "Biarlah tempat tidurnya biasa, tapi tekhnologinya canggih. Shoftwarenya harus diperkuat," kata Irman Gusman saat meresmikan pemakaian Rusunawa Ponpes Abdul Karim Syu'aib Guguak Randah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (23/12). Menurut Irman Gusman, untuk memperkuat perangkat pondok pesantren, belajar di Ponpes harus dirubah dari sistem manual ke sistem konvensional. Guna mewujudkan itu, Irman Gusman berjanji akan memperkuat sistem belajar di Ponpes Peresmian Rusunawa Pondok Pesantrean Abdul Karim Syu'aib Guguak Randah dengan menambah komputer sebagai bahan ajar. "Sekarang berapa unit komputer yang ada sekarang? Saya tambah lima unit lagi," kata Irman Gusman. Pondok Pesantrean Abdul Karim Syu'aib Guguak Randah dibawah binaan Guspardi Gaus berdiri tahun 1981. Sampai sekarang baru memiliki dua unit komputer dan pemakaiannya terbatas. Iman Gusman berharap akan memudahkan siswa belajar melalui internet, karena bisa browsing untuk mencari bidang ilmu yang dibutuhkan. "Tentu pemakaian internet itu nanti harus diawasi sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan para santri," Selain melengkapi sarana dan prasarana belajar dengan komputer, Irman Gusman menjanjikan akan mengirim tenaga ahli komputer (IT) nya. Demikian juga dengan tenaga guru di bidang bahasa Inggris akan dibantu dari dosen yang ada di AMIK Indonesia Padang. Rusunawa Ponpes Abdul Karim Syu'aib Guguak Randah, Kabupaten Agam, Sumbar cukup unik. Santri yang biasanya mengginap di surau, justru santrinya disediakan penginapan oleh negara berupa rusunawa. Rusunawa berlantai tiga tersebut dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3,5 miliar. "Anggaran tersebut diluar kebutuhan perabot dan mobiler untuk belajar," kata pembina Rusunawa Ponpes Abdul Karim Syu'aib Guguak Randah, Kabupaten Agam, Guspardi Gaus. Guspardi Gaus menjelaskan, sebelum pemerintah membantu untuk pembangunan Ponpes, keuangan Ponpes sejak berdiri berasal dari donatur tetap perantau. "Sejarah berdirinya, dirintis dari bawah. Orangtua murid tanpa membayar. Makan dan kebutuhan santri gratis. Donator tetap berasal dari perantau dan orangtua yang ada di sekitar Ponpes," kenang Guspardi Gaus. Meski keuangan terbatas, ponpes itu masih tetap eksis sampai sekarang. Bahkan, santrinya tidak hanya berasal dari Guguak Sarojo dan Kabupaten Agam serta di wilayah Sumbar, juga berasal Provinsi Bengkulu, Jambi dan Kepulauan Riau (Kepri) "Santri kita sekarang sudah berjumlah 200 orang. Santrinya ada yang berasal dari Bengkulu, Jambi dan Kepri," kata Guspardi Gaus. (Musthafa Ritonga)