Demo Rusuh Pilkada, Cawagub Kaltara Diperiksa Polisi

Samarinda, Obsessionnews - Polda Kaltim menyidik calon Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Marthin Billa, terkait demo Pilkada rusuh di Bulungan, Kaltara, Sabtu (19/12) lalu. Mencuat dugaan Marthin, yang berpasangan dengan Calon Gubernur Kaltara Yusuf SK itu, memprovokasi massa melakukan aksi unjuk rasa hingga akhirnya berujung anarkis. Keterangan diperoleh obsessionnews, Marthin dijemput penyidik Polda Kaltim, di Jakarta, Selasa (22/12) kemarin, dan dibawa malam harinya ke markas Polda Kaltim di Balikpapan. Sebelumnya, dia telah beberpa kali dipanggil penyidik, terkait demo berujung rusuh, yang kini kasusnya sudah menetapkan 32 orang sebagai tersangka. Beredar kabar di kalangan media, penyidik menaikkan status Marthin menjadi tersangka. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan saat dikonfirmasi, menampik kabar itu. "Yang bilang dia (Marthin Billa) tersangka siapa? Yang jelas benar, dia sedang diperiksa di Polda Kaltim," kata Fajar, kepada Obsessionnews, Rabu (23/12). Fajar memastikan, Marthin Billa diperiksa terkait demo anarkis di Bulungan. Ditanya lebih jauh terkait dugaan Marthin sebagai provokator aksi massa yang berujung anarkis, Fajar belum bisa menyimpulkan. "Terkait apakah dia provokator demo anarkis itu, kita tunggu hasil pemeriksaannya. Kan sekarang dia sedang diperiksa penyidik kepolisian. Ada waktu 1x24 jam," ujar Fajar. "Keterangan Marthin Billa, akan disinkronkan dengan keterangan 32 tersangka, dan juga saksi-saksi terkait demo Pilkada di Bulungan itu," tambahnya. Kepolisian memang bergerak cepat mengusut demo anarkis itu. Sebelumnya juga polisi pernah menyatakan akan memburu otak demo anarkis, yang berujung pada aksi pengrusakan dan pembakaran. "32 yang sudah ditetapkan tersangka itu, ada ditahan di markas Polda Kaltim di Balikpapan, ada yang ditahan di Mapolres Bulungan," demikian Fajar. Sekadar diketahui, massa yang berunjukrasa Sabtu (19/12) memprotes hasil penghitungan suara di tengah pleno KPU Kaltara di Balai Serbaguna Pemprov Kaltara, berujung anarkis. Mereka merusak dan membakar sebagian kantor di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalimantan Timur di Bulungan. Sejumlah kendaraan dirusak dan dibakar. Seperti mobil dinas Gubernur Kaltara bernomor KT 1 HI, menjadi sasaran pengrusakan. Pilkada Gubernur Kaltara 9 Desember 2015 lalu, diikuti 2 pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Mereka adalah pasangan nomor urut 1 Yusuf SK-Marthin Billa dan urut 2 Irianto Lambrie-Udin Hianggio. Namun berdasarkan penghitungan suara cepat, Irianto-Udin Hianggio, mengungguli pesaingnya. (Husni Fahmi)





























