Nikmati Seni Merakit Pohon Jepang di Pameran Bonsai

Nikmati Seni Merakit Pohon Jepang di Pameran Bonsai
Ratusan pohon mungil berjejer rapi di atas etalase. Nampak satu dua orang mengamati, sambil sesekali mengambil foto tanaman yang sengaja disusutkan itu. Walau cuaca mendung, hal tersebut tak menyurutkan minat pengunjung, menikmati hasil karya seni asal negara Jepang. Semarang, Obsessionnews - Tak mudah memang membuat pohon ukuran normal menyusut setinggi kurang dari 1 meter. Ketelatenan, kesabaran menjadi kunci terbentuknya pohon bonsai. Setidaknya hal itu lah yang ditunjukkan 380 peserta pameran nasional bonsai yang diselenggarakan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) di stadion Tri Lomba Juang. "Tujuan kita untuk sosialisasi bonsai. Bahwa bonsai itu memiliki seni tersendiri dan nilai jual yang tinggi," terang Humas acara, Anu Yamasita saat disambangi obsessionnews.com, Senin (21/12/2015). Bukan sekedar pameran, dalam kegiatan bertajuk 'Bonsai Juara Indonesia' turut diadakan perlombaan antar pemilik bonsai se-Indonesia. Terdapat 4 kelas yang diperlombakan, yakni kelas regional, madya, utama dan bintang. Lekuk batang, hingga keserasian daun menentukan penilaian para juri. "Mulai bentuk dasar, keserasian dan lainnya. Jadi ada banyak unsur yang menjadi pertimbangan," jelas pria kurus ini. Disamping itu, asal bonsai pun beragam. Ada yang berasal dari luar negeri, seperti Taiwan dan Cina. Tak kalah dari bonsai import, bonsai lokal banyak menempati posisi dalam festival ini. Dari ukuran kecil hingga besar, usia mencapai ratusan tahun, hingga nilai jual yang bombastis. "Kaya itu (menunjuk) ada satu bonsai yang dihargai Rp 2 miliar milik pak Sarno Kosasih," terang dia. Diharapkan, melalui pameran, dapat mendorong potensi budidaya bonsai di kota Semarang. Pihaknya mengusulkan, adanya taman khusus bonsai sehingga masyarakat bisa turut menikmati keindahannya. "Bisa jadi nanti Semarang akan menjadi kota pertama di Indonesia yang membudidayakan bonsai," tandasnya. (Yusuf IH)