Petani Gambir Pasrah Harganya Ditentukan Asing

Petani Gambir Pasrah Harganya Ditentukan Asing
Padang, Obsessionnews - Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak bisa lepas dalam memasakan produk gambir. Perusahaan milih negara itu harus ikut membantu memasarkan, tidak terkecuali memasarkan produk gambir asal Sumatera Barat (Sumbar), agar bisa membantu perekonomian masyarakat daerah itu. Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan bahwa PT. PPI pernah menyampaikan kepadanya bahwa perusahaan itu sudah pernah masuk ke Sumbar. Sebagai perusahaan milik negara, perusahaan dimaksud harus membantu memasarkan produk gambir yang keluar dari Sumbar. "BUMN harus ikut serta. PT. PPI dulu pernah menyampaikan pada saya bahwa mereka telah masuk ke Sumbar dan membeli gambir dari masyarakat. Bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Kalau informasi itu bohong, sangat disayangkan," kata Darmadi Durianto usai bertemu dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin (21/12). Dalam kunjungan kerja Komisi VI ke Sumbar, Darmadi Durianto mengatakan pada saat pertemuan dengan Pemprov Sumbar, ia sudah mempertanyakan peran BUMN untuk memajukan perdagangan gambir di Sumbar. Darmadi Durianto mengaku terkejut ketika menerima informasi perusahaan dimaksud belum pernah masuk ke Sumbar. Ia berjanji akan mengecek kebenaran itu langsung ke perusahaan bersangkutan. "Saya terkejut saat diinformasikan PT. PPI sama sekali belum pernah masuk ke Sumbar. Saya akan cek ulang ke BUMN tersebut terkait pernyataannya," kata Darmadi. Ia tidak menghendaki masyarakat Sumbar sebagai produsen dirugikan terus menerus oleh pihak asing yang menentukan harga gambir sesuai dengan harga yang mereka tentukan. Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sumbar Masrul Zein mengatakan, petani gambir yang ada di Sumbar menerima harga yang telah ditentukan pedagang asal India. "Soal harga ditentukan sesuai dengan ketentuan mereka. Sebenarnya kondisi itu sangat merugikan," ujar Masrul Zen. Masrul Zen menjelaskan, produksi gambir asal Sumbar bisa memenuhi hampir 80 persen kebutuhan dunia. Namun, kondisinya tidak sebandings dengan kesejahteraan masyarakat petani gambir. Salah satu cara yang sedang diupayakan untuk mengangkar kesejahteraan ekonomi petani gambir dengan mendirikan pabrik pengolahan gambir. Apabila pabrik sudah terwujud, gambir yang dijual tidak dalam bentuk mentah, tapi sudah diolah. Namun rencana tersebut sampai sekrang belum terwujud. (Musthafa Ritonga)