Pengamat: MKD Juga Melanggar Etika

Pengamat: MKD Juga Melanggar Etika
Jakarta, Obsessionnews - Pengamat tata negara, Juanda, menyayangkan pengangkatan Setya Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar setelah pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPR RI. Sebab, menurutnya, Setya Novanto sudah melanggar etika sebagaimana 10 anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menyatakan melanggar etika ringan dan 7 orang menilai pelanggaran berat. Konyolnya, MKD sendiri tidak ada sidang putusan yang menyatakan Setya Novanto melanggar, sehingga para pengamat menilai MKD sudah melanggar etika juga. "Para MKD tidak mematuhi aturan MKD itu sendiri. Padahal, finalisasinya adalah putusan, tapi ada pelanggaran tidak terbukti. MKD melanggar kode etik yang dibuat sendiri yang diatur dalam pasal 1 dan 2 tahun 2015," ungkap Juanda di salah satu acara stasiun televisi nasional, Minggu (20/12/2015). Juanda juga menyatakan pemanggilan para pengadu dan para saksi oleh MKD tidak ada gunanya. "Inilah yang dikcewakan masyarakat. Negara ini sudah rusak elit politik tidak benar tidak memberi keteladanan," kesalnya. Setnov jadi Ketua Fraksi, Konyol! Juanda juga menilai, pengangkatan Setya Novanto sebagai ketua Fraksi Golkar DPR RI juga adalah merupakan sebuah keputusan konyol yang diduga bagian utang budi politik Aburizal Bakrie (ARB). "Inilah dampak politik yang dikuasai pemodal, sehingga yang memiliki putusan hanya ketua umum bukan DPP. Padahal kalau dilihat pernyataan sebagian mereka (Golkar) di media banyak tidak sepakat. Saya pikir itu keputusan oligarki kepentingan," geramnya. (Asma)