Jelang Natal Harga Cabe Naik

Padang, Obsessionnews - Harga cabe di pasaran dalam tiga hari terakhir naik signifikan. Kenaikan mencapai Rp20.000 per kilogram. "Tiga hari lalu harganya Rp40.000 per kilogram dan hari ini sudah mencapai Rp60.000 per kilogram," kata Rudi, salah seorang pedagang cabe merah di Pasar Aur, Kototangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (20/12). Jelang perayaan Natal dan Tahun baru, sejumlah komoditi mengalami kenaikan, termasuk cabe. Namun, Rudi tidak mengetahui apa penyebab harga cabe naik di pasaran. "Kurang tahu saya penyebab kenaikan harga cabe merah ini, yang saya tahu harga cabe merah yang saya beli ke agen juga mengalami kenaikan. Tidak mungkinlah cabe yang saya beli dari agen mahal, malah saya jual murah," kata Rudi.
Meski harga cabe mengalami kenaikan, konsumen yang membeli ke tempatnya tidak menurun. Setiap hari rata-rata cabe habis terjual antara 50 hingga 70 kg per harinya. Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Zaimar memperkirakan, kenaikan harga cabe di Sumbar karena menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Terkait stok komoditi yang tersedia, Disperindag Sumbar menjamin aman hingga akhir tahun. "Tidak ada kekurangan stok, ataupun faktor cuaca, bisa jadi ini hanya akal-akalannya agen, sehingga para pedagang harus menjual barang daganganya dengan harga yang tinggi, untuk menghindari kerugian, karena pedagang itu membelinya ke agen," ujar Zaimar. (Musthafa Ritonga)
Meski harga cabe mengalami kenaikan, konsumen yang membeli ke tempatnya tidak menurun. Setiap hari rata-rata cabe habis terjual antara 50 hingga 70 kg per harinya. Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Zaimar memperkirakan, kenaikan harga cabe di Sumbar karena menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Terkait stok komoditi yang tersedia, Disperindag Sumbar menjamin aman hingga akhir tahun. "Tidak ada kekurangan stok, ataupun faktor cuaca, bisa jadi ini hanya akal-akalannya agen, sehingga para pedagang harus menjual barang daganganya dengan harga yang tinggi, untuk menghindari kerugian, karena pedagang itu membelinya ke agen," ujar Zaimar. (Musthafa Ritonga)




























