Keren! Inilah Bintan Lagoon Resort yang Populer di Mancanegara

Tanjungpinang, Obsessionnews - Di Provinsi Kepulauan Riau terdapat sejumlah resort mewah. Salah satu di antaranya yang populer di mancanegara adalah Bintan Lagoon Resort (BRL), yang terletak di Bintan Utara, Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). [caption id="attachment_83676" align="alignnone" width="640"]
Pelayanan spa.[/caption] Kawasan wisata ini dikembangkan dengan konsep modern dan terintegrasi. BLR mempromosikan dirinya sebagai tujuan wisata keluarga modern yang sehat dan berwawasan lingkungan. Salah satu ciri khas semua hotel di BLR adalah beach front resort, resort yang langsung menghadap laut. Di BLR beroperasi hotel-hotel resort dari berbagai ukuran dan konsep. Ada Bintan Lagoon hotel resort dengan 500-an kamar dan villa yang dilengkapi dengan dua golf course. Ada juga Club Med Ria Bintan dengan konsep ‘club hotel’- nya. Popularitas BRL semakin melejit karena memiliki Ria Bintan Golf Course, salah satu golf course terbaik di Asia. Selain itu juga ada Banyan Tree Resort dengan villa-villa berarsitektur Bali di perbukitan yang menghadap laut. Juga terdapat Angsana Resort & Spa yang memberikan pelayanan spa kelas atas dengan terapis-terapis yang dilatih di Thailand. Selain itu di BLR dilengkapi kolam renang. Luas kawasan wisata internasional ini sekitar 23.000 hektar. Semula BLR dikelola Sembawang Coorporation dari Singapura, lalu pada November 2005 Sembawang Coorporation menjual kawasan itu kepada The Asian Debt Fund (TADF). TADF milik Mohammed, milik warga negara Amerika Serikat keturunan Arab. Sultan Pahang dari Malaysia pernah tinggal di BLR lebih kurang sebulan. Demikian juga Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menginap di hotel ini usai melaunching proyek tahap I Treasure Bay Bintan, Sabtu (26/2/2011). SBY dan istri Ani Yudhoyono menginap di kamar 5038 Indraloka, di lantai 5. Mohammed, pemilik hotel, menyambut kedatangan SBY. Kamar yang ditempati SBY dan isterinya itu dibandrol dengan harga 1.800 dollar Singapura. Kamar itu sebelumnya juga pernah dipakai mantan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menginap saat melakukan kunjungan kerja ke Bintan. Sedangkan tepat di bawahnya, atau di lantai 4, juga pernah menjadi tempat menginap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tarif kamar dan jasa kegiatan wisata di tempat itu ditetapkan berdasarkan mata uang dollar Singapura. Bahkan, makanan dan minuman pun demikian. Tarif kamar hotel, bila dikonversi, mencapai jutaan rupiah per malam. Kawasan BLR, termasuk resor-resor lainnya di kawasan wisata internasional Bintan Resorts, disebut juga eksklusif karena masih sulit ditempuh dengan jalur darat. Orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi sulit datang ke tempat tersebut. Untuk mencapai kawasan BLR perlu kendaraan pribadi atau setidaknya menyewa kendaraan di Tanjungpinang, ibukota Kepri. Jarak tempuh perjalanan sepanjang 60 kilometer, melalui darat dari Tanjungpinang ke BLR sekitar satu setengah jam sampai dua jam. Tetapi, pengunjung dari Batam yang hendak ke BLR bisa menggunakan kapal cepat melalui Pelabuhan Lobam. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Kebanyakan tempat wisata itu dikunjungi wisman, seperti dari Singapura, Malaysia, Korea, Jepang, dan Eropa. Mereka masuk ke kawasan Bintan Resorts, termasuk BLR, melalui Singapura. Dari Singapura, turis menggunakan kapal feri ke Pelabuhan Lobam dengan jarak tempuh selama lebih kurang satu jam. Setelah itu, turis dapat naik kendaraan khusus atau bus yang sudah dicarter agen perjalanan wisata. Kedatangan pengunjung dari Korea dan Jepang rata-rata per bulan cukup konsisten, meskipun lama tinggal cuma dua sampai tiga hari. Turis dari negara-negara Eropa umumnya berdatangan pada akhir tahun dengan waktu tinggal yang cukup lama, yaitu lima hari sampai tiga pekan. (arh)
Pelayanan spa.[/caption] Kawasan wisata ini dikembangkan dengan konsep modern dan terintegrasi. BLR mempromosikan dirinya sebagai tujuan wisata keluarga modern yang sehat dan berwawasan lingkungan. Salah satu ciri khas semua hotel di BLR adalah beach front resort, resort yang langsung menghadap laut. Di BLR beroperasi hotel-hotel resort dari berbagai ukuran dan konsep. Ada Bintan Lagoon hotel resort dengan 500-an kamar dan villa yang dilengkapi dengan dua golf course. Ada juga Club Med Ria Bintan dengan konsep ‘club hotel’- nya. Popularitas BRL semakin melejit karena memiliki Ria Bintan Golf Course, salah satu golf course terbaik di Asia. Selain itu juga ada Banyan Tree Resort dengan villa-villa berarsitektur Bali di perbukitan yang menghadap laut. Juga terdapat Angsana Resort & Spa yang memberikan pelayanan spa kelas atas dengan terapis-terapis yang dilatih di Thailand. Selain itu di BLR dilengkapi kolam renang. Luas kawasan wisata internasional ini sekitar 23.000 hektar. Semula BLR dikelola Sembawang Coorporation dari Singapura, lalu pada November 2005 Sembawang Coorporation menjual kawasan itu kepada The Asian Debt Fund (TADF). TADF milik Mohammed, milik warga negara Amerika Serikat keturunan Arab. Sultan Pahang dari Malaysia pernah tinggal di BLR lebih kurang sebulan. Demikian juga Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menginap di hotel ini usai melaunching proyek tahap I Treasure Bay Bintan, Sabtu (26/2/2011). SBY dan istri Ani Yudhoyono menginap di kamar 5038 Indraloka, di lantai 5. Mohammed, pemilik hotel, menyambut kedatangan SBY. Kamar yang ditempati SBY dan isterinya itu dibandrol dengan harga 1.800 dollar Singapura. Kamar itu sebelumnya juga pernah dipakai mantan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menginap saat melakukan kunjungan kerja ke Bintan. Sedangkan tepat di bawahnya, atau di lantai 4, juga pernah menjadi tempat menginap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tarif kamar dan jasa kegiatan wisata di tempat itu ditetapkan berdasarkan mata uang dollar Singapura. Bahkan, makanan dan minuman pun demikian. Tarif kamar hotel, bila dikonversi, mencapai jutaan rupiah per malam. Kawasan BLR, termasuk resor-resor lainnya di kawasan wisata internasional Bintan Resorts, disebut juga eksklusif karena masih sulit ditempuh dengan jalur darat. Orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi sulit datang ke tempat tersebut. Untuk mencapai kawasan BLR perlu kendaraan pribadi atau setidaknya menyewa kendaraan di Tanjungpinang, ibukota Kepri. Jarak tempuh perjalanan sepanjang 60 kilometer, melalui darat dari Tanjungpinang ke BLR sekitar satu setengah jam sampai dua jam. Tetapi, pengunjung dari Batam yang hendak ke BLR bisa menggunakan kapal cepat melalui Pelabuhan Lobam. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Kebanyakan tempat wisata itu dikunjungi wisman, seperti dari Singapura, Malaysia, Korea, Jepang, dan Eropa. Mereka masuk ke kawasan Bintan Resorts, termasuk BLR, melalui Singapura. Dari Singapura, turis menggunakan kapal feri ke Pelabuhan Lobam dengan jarak tempuh selama lebih kurang satu jam. Setelah itu, turis dapat naik kendaraan khusus atau bus yang sudah dicarter agen perjalanan wisata. Kedatangan pengunjung dari Korea dan Jepang rata-rata per bulan cukup konsisten, meskipun lama tinggal cuma dua sampai tiga hari. Turis dari negara-negara Eropa umumnya berdatangan pada akhir tahun dengan waktu tinggal yang cukup lama, yaitu lima hari sampai tiga pekan. (arh)




























