Bule Mabuk Hina Wanita Bercadar Teroris

Bule Mabuk Hina Wanita Bercadar Teroris
Semarang, Obsessionnews -  Seorang Warga Negara Asing bernama Erik Dewanto (60) berkediaman di jalan Bromo Nomor 34, Kelurahan Gajahmungkur, terlibat percekcokan dengan rombongan warga yang hendak berbelanja di Supermarket Gelael di jalan Sultan Agung, Kota Semarang. Akibatnya, WNA yang diduga berkewarganegaraan Australia tersebut melontarkan kata-kata berbau SARA kepada salah satu anggota rombongan. Kejadian bermula saat, Adzanta Bilhaq (47) warga Pleburan Tengah, Semarang bersama istri dan dua temannya, Tohir Hisin  beserta istri, Nadiah (33) yang ketika itu memakai cadar, tengah memasuki pintu supermarket pada pukul 18.30 WIB. Tiba-tiba, Erik yang dalam kondisi setengah mabuk datang dan melarang mereka berbelanja dengan alasan swalayan tersebut menjual daging babi. "Disini bukan untuk orang muslim. Get out get out," ujar Adzanta saat melaporkam tindakan penghinaan di Polrestabes Semarang, Sabtu (19/12/2015). Entah apa tujuannya, pria kulit putih itu mengusir rombongan seraya menyebut pengunjung perempuan yang memakai cadar dan laki-laki mengenakan baju koko serta peci sebagai teroris. Erik juga sempat mengaku-ngaku sebagai muslim. "Kalau muslim biasa sih gak papa. Tapi kalau itu, itu (wanita bercadar). Itu teroris," jelas Adzanta menirukan ucapan Erik. Tak terima, Adzanta lantas menanyakan maksud pernyataan Erik tersebut. Mereka kemudian meminta agar perkara penghinaan agama itu diselesaikan melalui jalur hukum. Sesampainya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Erik hanya sepenggal-sepenggal memberi keterangan. Dia mengaku bisa sedikit berbahasa Indonesia, meskipun sudah belasan tahun tinggal di Indonesia dan sempat memikiki usaha kayu di Jepara. "Dulu di Jepara, sekarang sudah pensiun, kolaps. Identitas saya di rumah," kata Erik kepada petugas. Dalam pengakuannya, Erik saat ini memiliki seorang istri dan dua anak dan tinggal di rumah milik jendral. Keterangan yang diberikannya di SPKT belum terlalu jelas. Sewaktu diminta dijemput pihak keluarga, dia berdalih tidak ingin merepotkan keluarga dan meminta tidur di kantor SPKT. Hingga kini ia masih diperiksa lebih lanjut oleh anggota Reskrim Polrestabes Semarang. (Yusuf IH)