Pendemo Pilkada Bakar Kantor Gubernur Kaltara

Samarinda, Obsessionnews - Massa yang berunjukrasa di tengah Pleno KPU Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Bulungan, Sabtu (19/12), bertindak beringas. Mereka membakar Kantor Gubernur Kaltara, Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara dan juga kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara. Mereka memprotes keputusan KPU Kaltara memenangkan salah satu calon kandidat Pilkada. Keterangan dihimpun Obsessionnews, aksi massa membakar kantor Gubernur Kaltara di Jl Kol H Soetadji, yang berjarak 300 meter dari Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, berlangsung cepat meski berada dalam penjagaan aparat Polri dan TNI. Kepulan asap dari arah Kantor Gubernur Kaltara, kembali buat panik masyarakat.
"Kantor Gubernur dan Setda (Sekretariat Daerah) dibakar massa. Kantor BKD juga dibakar. Parah ini demo sampai anarkis," kata warga Bulungan, Arif Setiawan, saat dihubungi, Sabtu (19/12). Diterangkan Arif, konsentrasi massa di sekitar kantor Gubernur, juga berkeinginan untuk mendatangi markas Kodim Tanjung Selor yang menjadi tempat pengamanan staf pegawai Pemprov Kaltara Desk Pilkada. Sebelumnya mereka dievakuasi ke markas Kodim yang berada tidak jauh dari Balai Serbaguna Pemprov Kaltara, dengan alasan keamanan. "Massa juga mau ke sana (markas Kodim)," ujar Arif.
Sebelumnya juga, lanjut Arif, massa sempat diperingatkan aparat kepolisian agar tidak anarkis dan kepolisian tidak segan untuk melakukan tembak di tempat apabila tidak diindahkan. Belakangan, peringatan itu, tidak diindahkan massa. "Perbincangan warga di sini, ada instruksi tembak di tempat. Tapi, ini malah bakar kantor Gubernur," tambah Arif. Menjelang petang tadi, warga yang mengetahui adanya aksi anarkis, memilih untuk bertahan diri di dalam rumah. Mereka menyayangkan aksi massa, yang tidak menjaga kondusifitas Bulungan, yang dikenal sangat kondusif. "Saya di rumah saja mas. Khawatir nanti pendemo semakin aneh-aneh. Mudah-mudahan ini cepat selesai, masalah tidak berlarut-larut dengan aksi seperti ini," terang Noval, warga Bulungan lainnya.'
Saat ini, situasi di Bulungan kembali kondusif. Masih dari keterangan dari sumber terpercaya, selain kantor Gubernur dan instansi sekitarnya dibakar, juga kendaraan dinas ikut dirusak dan dibakar massa. Sekadar diketahui, aksi massa hari ini, terkait protes mereka terhadap hasil Pilkada Gubernur Kaltara 9 Desember 2015 lalu, yang diikuti dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Mereka adalah pasangan nomor urut 1 Jusuf SK-Marthin Billa dan urut 2 Irianto Lambrie-Udin Hianggio. Namun berdasarkan penghitungan suara cepat, Irianto-Udin Hianggio mengungguli pesaingnya. (Husni Fahmi)
"Kantor Gubernur dan Setda (Sekretariat Daerah) dibakar massa. Kantor BKD juga dibakar. Parah ini demo sampai anarkis," kata warga Bulungan, Arif Setiawan, saat dihubungi, Sabtu (19/12). Diterangkan Arif, konsentrasi massa di sekitar kantor Gubernur, juga berkeinginan untuk mendatangi markas Kodim Tanjung Selor yang menjadi tempat pengamanan staf pegawai Pemprov Kaltara Desk Pilkada. Sebelumnya mereka dievakuasi ke markas Kodim yang berada tidak jauh dari Balai Serbaguna Pemprov Kaltara, dengan alasan keamanan. "Massa juga mau ke sana (markas Kodim)," ujar Arif.
Sebelumnya juga, lanjut Arif, massa sempat diperingatkan aparat kepolisian agar tidak anarkis dan kepolisian tidak segan untuk melakukan tembak di tempat apabila tidak diindahkan. Belakangan, peringatan itu, tidak diindahkan massa. "Perbincangan warga di sini, ada instruksi tembak di tempat. Tapi, ini malah bakar kantor Gubernur," tambah Arif. Menjelang petang tadi, warga yang mengetahui adanya aksi anarkis, memilih untuk bertahan diri di dalam rumah. Mereka menyayangkan aksi massa, yang tidak menjaga kondusifitas Bulungan, yang dikenal sangat kondusif. "Saya di rumah saja mas. Khawatir nanti pendemo semakin aneh-aneh. Mudah-mudahan ini cepat selesai, masalah tidak berlarut-larut dengan aksi seperti ini," terang Noval, warga Bulungan lainnya.'
Saat ini, situasi di Bulungan kembali kondusif. Masih dari keterangan dari sumber terpercaya, selain kantor Gubernur dan instansi sekitarnya dibakar, juga kendaraan dinas ikut dirusak dan dibakar massa. Sekadar diketahui, aksi massa hari ini, terkait protes mereka terhadap hasil Pilkada Gubernur Kaltara 9 Desember 2015 lalu, yang diikuti dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Mereka adalah pasangan nomor urut 1 Jusuf SK-Marthin Billa dan urut 2 Irianto Lambrie-Udin Hianggio. Namun berdasarkan penghitungan suara cepat, Irianto-Udin Hianggio mengungguli pesaingnya. (Husni Fahmi) 




























