Petani Suka Varietas Padi BATAN

Petani Suka Varietas Padi BATAN
Jakarta, Obsessionnews - Dalam mendistribusikan hasil penelitian varietas padi di National Science Techno Park serta Agro Techno Park, kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengaku kalau para petani menyukainya. "Tak usah dilindungi karena mereka suka. Karena BATAN tak punya tangan di daerah cukup bekerja sama dengan pemda dan biarkan masyarakat memilih," kata kepala Batan Djarot Wisnubroto di Jakarta, Jumat (18/12). Ide pengembangan varietas padi sebenarnya datang dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan secara teknis ditangani Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi. Makanya, Batan juga bekerjasama dengan Kementerian Pertanian terkait pemasokan ke beberapa daerah yakni Klaten, Polewali Mandar, serta Musirawas. Ia menjelaskan, budget yang disediakan untuk tahun 2015 Rp35 miliar. Tahun depan dialokasikan dana sebesar Rp15 miliar. "Ini agak unik. Kita punya target tapi anggaran dari pemerintah bisa naik dan bisa turun. Berapa pun yang diberikan harus berhasil," kata Djarot. Kalau sudah selesai harus berlanjut dan mandiri. Dengan dana sebesar itu, Djarot bilang 40 persennya diberikan ke daerah untuk kepentingan pengembangan dan penanaman berbagai varietas padi. Nantinya, di Klaten bakal ditanam 100 hektar termasuk Musirawas. Sedangkan di Polewali Mandar ditanam 300 hektar. Penanaman padi nantinya akan ditambah menjadi 250 hektar di tiap daerah sasaran. Selain itu ada juga pelatihan kepada petani dan usaha kecil menengah (UKM) agar masyarakatnya mandiri. "Misalnya, di kawasan yang ditanami kedelai dan berdekatan dengan pabrik kecap," sebut Djarot. "Tiga daerah ini, bakal terus diperluas area penanamannya. Ditargetkan, area lahan yang dipakai bakal mencapai 10 ribu hektar," tutupnya. (Mahbub Junaidi)