KOMPAK Jateng Nilai Basaria Tak Pas Pimpin KPK

Semarang, Obsessionnews - Kritik terus mengalir terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja terpilih. Banyak kalangan menganggap, Komisi III DPR RI berusaha membuat KPK kehilangan 'taji' lantaran memilih calon pucuk tertinggi yang hanya memuat unsur pencegahan korupsi. "Seperti Basaria. Dia kan dari unsur Kepolisian. Sedangkan kita semua tahu, instansi Kepolisian sendiri masih banyak yang harus dibenahi," terang Ketua Umum Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jateng, M. Kurnia, Jum'at (18/12/2015). Menurutnya, lembaga kepolisian merupakan salah satu instansi yang justru menjadi target pemberantasan korupsi. Seperti diketahui, banyak kasus KKN yang masih bergulir di kepolisian dan sempat membuat dinamika di Indonesia. "Basaria juga ada keinginan melimpahkan penindakan korupsi ke Kejaksaan dan Kepolisian. Lah, disini terlihat jelas ego dia untuk membela instansi asalnya," tuturnya. Sebelumnya, Basaria satau lengkapnya Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan mengatakan KPK sebaiknya didorong sebagai lembaga yang mendukung penguatan kepolisian dan kejaksaan untuk kasus korupsi. Basaria menganggap, fungsi KPK telah diatur dalam Undang-Undang 30 Tahun 2002 tentang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang pada intinya menguatkan kinerja penegak hukum lainnya. "Dia (Basaria) berdalih KPK menguatkan kepolisian dan kejaksaan. Tapi jika memandang lebih jauh, apa hal tersebut condong ke pelemahan KPK sebagai pelaku pemberantasan korupsi?" tambahnya lagi. Terlebih, anggota Polri bagian pendidikan tersebut pernah berujar kasus harus dilimpahkan ke kejaksaan atau kepolisian setelah ditemukannya dua alat bukti terkait korupsi. "Data ICW (Indonesian Corruption Watch) dalam kurun 2010-2014 atas 2.477 penyidikan kasus korupsi oleh Kejaksaan dan Kepolisian, sekitar 48 persennya mandek hingga sekarang," kata dia Meski begitu, pemilihan pimpinan KPK telah usai. Pihaknya tetap berharap, para pimpinan lembaga pemberantasan korupsi mampu bersifat netral dan tidak terpengaruh unsur politis dalam mengusut kasus-kasus korupsi. "Terutama Basaria, kami harap beliau bisa menekankan pemberantasan korupsi tanpa memandang instansi dia berasal," tandasnya. (Yusuf IH)





























