Saut Terpilih Jadi Pimpinan KPK Tolak Usut Kasus Century dan BLBI?

Saut Terpilih Jadi Pimpinan KPK Tolak Usut Kasus Century dan BLBI?
Jakarta, Obsessionnews - Komisi III DPR RI telah memilih lima calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, setelah lebih dulu melakukan rangkaian fit and proper test selama ‎tiga hari. Salah satu dari calon pimpinan KPK yang terpilih adalah Saut Situmorang. ‎Staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara ini memperoleh 37 suara. Namun, terpilihnya Saut meninggalkan tanda tanya. Sebab, dalam fit and proper test, ia menolak pengusutan kasus Century dan BLBI dilanjutkan. Apakah karena sikapnya yang menolak itu, DPR memilih Saut menjadi pimpinan KPK? Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa sendiri tidak mau memberikan komentar yang pasti. Yang jelas kata dia ucapan janji itu tidak bisa dijadikan jaminan. "Orang itu boleh ngomong apa saja, Bambang Widjojanto dan Abraham Samad dulu juga bilangnya mau selesaikan BLBI, tapi mana, cuma ngomong saja," kata Desmond di DPR, Kamis (17/12/2015). Menurut Desmond, apa yang disampaikan Saut pastinya memiliki pertimbangan yang matang, baik dari sisi hukum dan sosialnya. Lebih dari itu, kata Desmond Komisi III juga punya alasan-alasan lain mengapa Saut layak dipilih sebagai Pimpinan KPK. "Kalau dia nggak ngerti hukum, dia nggak mungkin duduk disini," katanya. Diketahui pemilihan Ketua KPK dilakukan melalu voting setelah upaya musyawarah mufakat tidak tercapai. Voting diikuti oleh 54 anggota komisi bidang hukum itu dari lintas fraksi. Hasilnya, lima calon pimpinan KPK mendapat suara terbanyak, yakni Agus Rahardjo (53 suara), Basaria Panjaitan (51 suara), Alexander Marwata (46 suara), Laode Muhammad Syarif (37 suara), dan Saut Situmorang (37 suara).‎ (Albar)