47,94 Persen Pemilih Golput di Padang

Padang, Obsessionnews - Tak bisa dipungkiri, alat peraga kampanye (APK) yang terbatas berpengaruh siginifikan terhadap penurunan partisipasi pemilih. Selain itu, faktor kandidat sendiri berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menggunakan hak suara. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) M Sawati tidak menafikan, penurunan partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur Sumbar pada 9 Desember lalu. "Benar bahwa ini sudah disampaikan oleh saksi pasangan calon bahwa penurunan partisipasi pemilih, karena aturan yang dibuat KPU sendiri, misalnya spanduk, baliho dan umbul-umbul, jumlahnya kurang," kata M Sawati usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2015 di salah satu hotel di Kota Padang, Kamis (17/12). Meski pemakaian APK seperti baliho, spanduk dan umubul-umbul diatur oleh KPU, tidak seperti sebelumnya yang disediakan paslon, sosialisasi kepada masyarakat lebih gencar dilakukan. "Kita malah lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi yang kita lakukan malah secara berjenjang dan bertingkat," ujar M Sawati.
Selain pembatasan penggunaan APK, faktor lain yang memengaruhi aprtisipasi pemilih, dari kandidat calon yang maju. Berdasarkan hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2015 yang dilakukan KPU Kota Padang, angka golput di Kota Padang mencapai 47,94 persen dari jumlah pemilih sebanyak 550.522 orang. Malah partisipasi pemilih yang ditargetkan sekitar 70 persen, jauh dibawah hanya 52,06 persen Selain tidak mencapai target, partisipasi pemilih pada Pilgub Sumbar 2015, jauh menurun dari partisipasi Pemilihan Walikota Padang 2013 pada tahap dua sekitar 63 persen. Capaian itu juga masih berada di bawah partisipasi pemilih pada pemilihan presiden 2014 sekitar 61 persen. Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU Kota Padang, perolehan suara pasangan calon gubernur/wagub Sumbar nomor urut 1, Muslim Kasim (MK)-Fauzi Bahar (Fauzi) sebanyak 98.233 suara. Sedangkan, perolehan suara pasangan calon gubernur/wagub Sumbar nomor urut 2, Irwan Prayitno (IP)-Nasrul Abit (NA) sebanyak 185.112 suara. Sementara, suara sah sebanyak 283.245 dari 550.522 jumlah pemilih. Sementara suara tdk sah sebanyak 6.844 orang. (Musthofa Ritonga)
Selain pembatasan penggunaan APK, faktor lain yang memengaruhi aprtisipasi pemilih, dari kandidat calon yang maju. Berdasarkan hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2015 yang dilakukan KPU Kota Padang, angka golput di Kota Padang mencapai 47,94 persen dari jumlah pemilih sebanyak 550.522 orang. Malah partisipasi pemilih yang ditargetkan sekitar 70 persen, jauh dibawah hanya 52,06 persen Selain tidak mencapai target, partisipasi pemilih pada Pilgub Sumbar 2015, jauh menurun dari partisipasi Pemilihan Walikota Padang 2013 pada tahap dua sekitar 63 persen. Capaian itu juga masih berada di bawah partisipasi pemilih pada pemilihan presiden 2014 sekitar 61 persen. Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU Kota Padang, perolehan suara pasangan calon gubernur/wagub Sumbar nomor urut 1, Muslim Kasim (MK)-Fauzi Bahar (Fauzi) sebanyak 98.233 suara. Sedangkan, perolehan suara pasangan calon gubernur/wagub Sumbar nomor urut 2, Irwan Prayitno (IP)-Nasrul Abit (NA) sebanyak 185.112 suara. Sementara, suara sah sebanyak 283.245 dari 550.522 jumlah pemilih. Sementara suara tdk sah sebanyak 6.844 orang. (Musthofa Ritonga)




























