STP Bandung Ajari Wartawan Masak

Bandung, Obsessionnews - Kota Bandung saat ini terkenal dengan kulinernya, sehingga jangan heran apabila di sepanjang jalan dijajakan berbagai makanan dan minuman yang khas. Untuk mengikuti perkembangan kota Kuliner tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung bersama mahasiswinya mengajarkan sejumlah wartawan membuat beberapa sajian makanan. Nur Komariah Chef yang lama di Jepang mengajarkan pembuatan Shushi dan Srikaya yang dikemas dalam acara Media ghatering 2015, Rabu (16/12) di kampus STP Bandung Jl. Setiabudi Bandung. [caption id="attachment_82792" align="aligncenter" width="640"]
Nur Komariah[/caption] Dalam Media Gathering yang bertema Chef Table for Media ini para awak media diajak untuk berpartisipasi dan memasak dalam kegiatan pembelajaran di STP Bandung khususnya pada jurusan hospitality, program studi manajemen tata boga. Humas STP Bandung Asti berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut, karena banyak istilah dalam kuliner, terutama masakan luar negeri yang belum diketahui awak media. Sementara itu menyinggung masalah kesiapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengaku siap bersaing. [caption id="attachment_82793" align="aligncenter" width="355"]
Mahasiswi STP Bandung[/caption] Seperti diakui Deputy Director for Partnership and Quality Assurance STP Bandung Erfin Roesfian, S.Sos., M.Hum, CHE di acara tersebut. "MEA merupakan kabar yang sudah lama kita dengar, tidak asing lagi bagi kami, sehingga pihaknya terus melakukan persiapan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terutama mahasiswa menjelang akhir perkuliahan," ujar Erfin. Menurut Erfin, para alumni STP Bandung harus mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri, baik di perhotelan, pariwisata, tata boga dan sejumlah keahlian lainnya. [caption id="attachment_82795" align="aligncenter" width="355"]
Wartawan masak[/caption] Dijelaskannya, dengan pengalaman Perguruan Tinggi yang berdiri tahun 1959, maka sejumlah Chef dunia juga merupakan alumni PT tersebut seperti Chef Yono yang berada di AS. Menyinggung masalah kota Bandung sebagai kota kuliner, Erfin menilai dengan suhu udara yang mendukung dan suasana yang kondusif cocok untuk warga Bandung bergerak dalam bidang kuliner, namun sejumlah infrastruktur, seperti kualitas jalan, lampu penerangan jalan serta fasilitas, seperti halnya taman perlu diperbanyak dan ditingkatkan kembali. (Dudy Supriyadi)
Nur Komariah[/caption] Dalam Media Gathering yang bertema Chef Table for Media ini para awak media diajak untuk berpartisipasi dan memasak dalam kegiatan pembelajaran di STP Bandung khususnya pada jurusan hospitality, program studi manajemen tata boga. Humas STP Bandung Asti berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut, karena banyak istilah dalam kuliner, terutama masakan luar negeri yang belum diketahui awak media. Sementara itu menyinggung masalah kesiapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengaku siap bersaing. [caption id="attachment_82793" align="aligncenter" width="355"]
Mahasiswi STP Bandung[/caption] Seperti diakui Deputy Director for Partnership and Quality Assurance STP Bandung Erfin Roesfian, S.Sos., M.Hum, CHE di acara tersebut. "MEA merupakan kabar yang sudah lama kita dengar, tidak asing lagi bagi kami, sehingga pihaknya terus melakukan persiapan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terutama mahasiswa menjelang akhir perkuliahan," ujar Erfin. Menurut Erfin, para alumni STP Bandung harus mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri, baik di perhotelan, pariwisata, tata boga dan sejumlah keahlian lainnya. [caption id="attachment_82795" align="aligncenter" width="355"]
Wartawan masak[/caption] Dijelaskannya, dengan pengalaman Perguruan Tinggi yang berdiri tahun 1959, maka sejumlah Chef dunia juga merupakan alumni PT tersebut seperti Chef Yono yang berada di AS. Menyinggung masalah kota Bandung sebagai kota kuliner, Erfin menilai dengan suhu udara yang mendukung dan suasana yang kondusif cocok untuk warga Bandung bergerak dalam bidang kuliner, namun sejumlah infrastruktur, seperti kualitas jalan, lampu penerangan jalan serta fasilitas, seperti halnya taman perlu diperbanyak dan ditingkatkan kembali. (Dudy Supriyadi) 




























