Polres Berantas Perdagangan TKI dan Artis Prostitusi

Subang, Obsessionnews – Sehubungan dengan ditemukannya indikasi Tindak Pidana Perdagagan Orang (TPPO) di Jakarta dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis Nikita Mirzani dan Miss Indonesia 2014 Puty Revita (Finalis Putri Indonesia 2014), Polres Subang meningkatkan kewaspadaan salah satunya pada pemberangkatan tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang. Menurut Kapolres Subang, AKBP Agus Nurpatria telah mengintruksikan kepada jajaran anggotanya supaya memantau proses keberangkatan TKI supaya benar-benar memenuhi syarat dan layak untuk diberangkatkan. Sebab pihaknya pun pernah membantu Mabes Polri menangani melakukan penangkapan pelaku trafficking dengan korban di bawah umur. Mereka diberangkatkan ke Tangerang. “Kami telah sampaikan kepada Babinkamtibmas, kalau memang ada promotor yang akan memberangkatkan TKI supaya dicek benar umurnya berapa tahun dan memperhatikan keterampilannya apa yang dia punya? (Soalnya) pernah (dua bulan) kemarin (ditangkap dengan korban) umurnya dibawah 17 tahun. Kemudian ditangkap di Tangerang,” papar Agus kepada obsessionnews.com usai mengikuti Apel Pagi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang, Rabu (16/12/2015). [caption id="attachment_82709" align="aligncenter" width="640"]
Apel Pagi Polres Subang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang Jawa Barat[/caption] Sedangkan prostitusi atau TPPO, kata Agus pihaknya belum menemukan indikasi yang melibatkan artis sekelas NM atau PR. ”Hingga saat ini tidak ada indikasi (prostitusi) artis di sini,” ujar Agus. Sedangkan mengenai keberadaan prositusi yang marak di Pantura, lanjut Agus tetap dipantau dan mejadi tanggung jawab bersama. “Kalau memang tidak ada keterpaduan memang susah. Makanya perlu keterpaduan,” tandasnya. Untuk itu telah menginstruksikan kepada jajaran Polres supaya bertindak tegas. "Saya tekankan kepada anggota-anggota saya tidak ada yang terima setoran (dari prostitusi)," tegasnya. (Teddy)
Apel Pagi Polres Subang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang Jawa Barat[/caption] Sedangkan prostitusi atau TPPO, kata Agus pihaknya belum menemukan indikasi yang melibatkan artis sekelas NM atau PR. ”Hingga saat ini tidak ada indikasi (prostitusi) artis di sini,” ujar Agus. Sedangkan mengenai keberadaan prositusi yang marak di Pantura, lanjut Agus tetap dipantau dan mejadi tanggung jawab bersama. “Kalau memang tidak ada keterpaduan memang susah. Makanya perlu keterpaduan,” tandasnya. Untuk itu telah menginstruksikan kepada jajaran Polres supaya bertindak tegas. "Saya tekankan kepada anggota-anggota saya tidak ada yang terima setoran (dari prostitusi)," tegasnya. (Teddy)




























