Pengelolaan Air di Kota Bandung Jangan Disepelekan

Bandung, Obsessionnews - Keperluan air bersih dan pengelolaan air kotor di Kota Bandung tidak bisa disepelekan, karena berkaitan dengan kehidupan warga kota yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam sambutannya saat memimpin apel Bandung dalam rangka milangkala (ulang tahun) PDAM Tirtawening yang ke 41 di PDAM Tirtawening Kota Bandung, Jalan Badak Singa No 10, Kota Bandung, Rabu (16/12). Selain itu, Oded menyampaikan di milangkala yang ke 41, PDAM Tirtawening diharapkan dapat terus meningkatkan keuntungan ekonomi dan menjalankan dan meningkatkan fungsi melayani masyarakat dengan baik. “Saat ini pelayanan air bersih yang diterima warga sebesar 67 persen dan mendekati target sebesar 80 persen. Adapun untuk pelayanan air kotor atau limbah domestik mencapai angka 60 persen, dengan kebocoran air yang terus ditekan dari 36 persen,” ujarnya.
Untuk itu, Oded menghimbau agar PDAM mendorong efisiensi maupun efektifitas dengan cara mengurangi kebocoran air, memelihara lahan penyerapan air hujan, membangun jaringan infrastruktur dan menerapkan konsep water safety plan dari World Health Organization (WHO). Oded percaya tantangan dan permasalahan tersebut dapat dihadapi dengan cara terus mendorong tumbuhnya kreatifitas dan inovasi. Untuk mewujudkan pencapaian target kerja yang ingin diwujudkan perusahaan, dikatakan Oded harus dimulai dari komitmen para pimpinan maupun karyawan dan petugas di lapangan. Pelayanan kepada konsumen, timpal Oded harus terus ditingkatkan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah kota (pemkot) Bandung telah mengeluarkan keputusan Universal Acces 100-0-000 yakni 100 persen layanan kran air bersih, 0 persen WC Kumuh dan 100 persen pelayanan air kotor. “Saya percaya, PDAM Tirtawening mampu mengahadapi tantangan tersebut, dibantu dengan SDM yang profesional,” tandasnya. (Dudy Supriyadi)
Untuk itu, Oded menghimbau agar PDAM mendorong efisiensi maupun efektifitas dengan cara mengurangi kebocoran air, memelihara lahan penyerapan air hujan, membangun jaringan infrastruktur dan menerapkan konsep water safety plan dari World Health Organization (WHO). Oded percaya tantangan dan permasalahan tersebut dapat dihadapi dengan cara terus mendorong tumbuhnya kreatifitas dan inovasi. Untuk mewujudkan pencapaian target kerja yang ingin diwujudkan perusahaan, dikatakan Oded harus dimulai dari komitmen para pimpinan maupun karyawan dan petugas di lapangan. Pelayanan kepada konsumen, timpal Oded harus terus ditingkatkan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah kota (pemkot) Bandung telah mengeluarkan keputusan Universal Acces 100-0-000 yakni 100 persen layanan kran air bersih, 0 persen WC Kumuh dan 100 persen pelayanan air kotor. “Saya percaya, PDAM Tirtawening mampu mengahadapi tantangan tersebut, dibantu dengan SDM yang profesional,” tandasnya. (Dudy Supriyadi) 




























