BNNP Razia, Pengunjung Asal Korea Protes

BNNP Razia, Pengunjung Asal Korea Protes
Semarang, Obsessionnews - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah merazia tiga tempat karaoke di Kota Semarang guna mencari adanya penyalahgunaan narkoba. Ketiga tempat itu adalah K-Lounge, Executive Karaoke dan Family Fun. Dalam razia yang dipimpin oleh Kepala Bidang Brantas BNNP Jateng, Suprinanto, sempat terjadi percekcokan dengan pengunjung asal Korea Selatan yang menolak untuk dites. Suprinanto pun terpaksa membentak karena pengunjung Executive Karaoke bernama Kim terus menolak diperiksa. Padahal, pihaknya sudah berulang kali menjelaskan kewajiban tes dengan sabar. "Anda berada di Indonesia, jadi anda harus tunduk dengan hukum Indonesia!" tegas dia, Selasa (15/12/2015).   [caption id="attachment_82641" align="aligncenter" width="640"] Kepala Bidang Brantas BNNP Jateng, Suprinanto memberikan keterangan pers usai melakukan razia Kepala Bidang Brantas BNNP Jateng, Suprinanto memberikan keterangan pers usai melakukan razia[/caption]     Setelah dibujuk oleh salah seorang temannya, Kim pun akhirnya mau mengikuti uji penggunaan narkoba. Meski hasil tes menyatakan negatif, warga Korea tersebut terus meracau dan memarahi petugas. Penyisiran kemudian dilakukan di Family Fun. Sebelumnya, petugas merazia di K-Lounge karaoke. Saat berada di Family Fun, petugas menemukan dua orang petugas TNI yang diduga sebagai pelindung tempat tersebut. Jajaran Pondam langsung turun tangan dan meminta kedua orang untuk mengikuti tes urine. Lagi-lagi hasil tes menunjukkan bahwa mereka terbebas dari penggunaan narkoba. Dalam razia kali ini, aparat gabungan BNNP Jateng, Pondam IV/Diponegoro dan Kepolisian melakukan tes kepada 104 orang baik pengunjung maupun pekerja karaoke. "Dari seluruh tes di tempat menunjukkan tidak ada pengguna narkoba yang kami temui," kata Suprinanto saat ditemui usai sidak.   [caption id="attachment_82642" align="aligncenter" width="640"] Pengunjung asal Korea Selatan, Kim sempat menolak untuk diuji. Petugas terpaksa menegaskan bahwa tes tersebut wajib dilakukan bagi seluruh pengunjung tak terkecuali warga asing. Pengunjung asal Korea Selatan, Kim sempat menolak untuk diuji. Petugas terpaksa menegaskan bahwa tes tersebut wajib dilakukan bagi seluruh pengunjung tak terkecuali warga asing.[/caption]   Hingga kini, BNNP setidaknya telah 40 kali mengadakan tes, 2 kali di lokalisasi, 6 kali di tempat kos dan sisanya di tempat hiburan. Dari razia, terjaring 101 orang positif menggunakan narkoba. "Sebagian besar menjalani rehabilitasi. Sedangkan 4 orang menjalani proses hukum karena kedapatan memiliki narkoba," jelasnya lagi. Meski razia belum memenuhi target, namun kegiatan sidak diakuinya sudah bisa dirasakan manfaatnya dari sisi kemasyarakatan. Suprinanto berharap, pemilik tempat-tempat hiburan mau secara mandiri membuat tes rutin bagi para pekerja agar peredaran narkoba dapat dicegah. "Jadi tanpa ada razia, kami harap secara sadar, pemilik tempat hiburan mengetes pekerja yang bernaung di tempat mereka masing-masing," pungkasnya. (Yusuf IH)