Seorang Diri, Penderita HIV/AIDS Ini Keliling Nusantara

Seorang Diri, Penderita HIV/AIDS Ini Keliling Nusantara
Semarang, Obsessionnews - Sedikit orang mampu mengarungi kerasnya kehidupan tatkala tertular virus mematikan, HIV/AIDS. Tapi, lelaki kerempeng bernama Wijianto nyatanya mampu menepis anggapan itu. Seorang diri, dia bertekad berjalan kaki mengelilingi Nusantara untuk membuktikan, penderita HIV/AIDS tak selemah yang dibayangkan. Layaknya orang normal, Wijianto memulai aksinya dari Jakarta dan menyusuri jalan Pantura hingga tiba di Kota Semarang tadi malam. Bukan saja pembuktian semata. Pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini juga membawa misi kampanye penanggulangan dini HIV/AIDS. "Tapi saya tak mau berhenti di Semarang saja. Saya juga pengen menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada orang-orang pedalaman di Kabupaten Manokwari Papua," kata dia mantap, saat berbincang dengan obsessionnews.com, Selasa (15/12/2015). Rencananya, Wijianto bakal berjalan menuju Balu, Sulawesi Tenggara, Maluku hingga Pontianak dengan misi sama. Niatnya mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS ke luar Jawa itu sudah dimantapkan sejak awal perjalanan. Laki-laki yang memiliki nama panggilan Gareng ini pun punya jurus andalan manakala dirinya masuk ke daerah hutan. Ia mengaku telah menyiapkan penawar racun bisa ular dan obat anti malaria jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan. "Untuk kesehatan saya, saya juga rutin obat ARV. Obat ARV ini untuk mengontrol virus dalam tubuh saya. Saya rutin minum ARV tiap pagi dan sore," tambahnya. Butuh dua tahun, dalam rencana Gareng untuk menyuarakan kampanye bahaya HIV/AIDS di 30 provinsi se-Indonesia. Ia tak ingin, orang-orang bernasib sama dengan dirinya yany terkena virus mematikan akibat konsumsi narkoba pada 2002 silam. "Gara-gara pakai jarum suntik bergantian saya terinfeksi HIV pada 2011 lalu ," tutur Gareng pelan. Beruntungnya, HIV yang menggerogoti tubuhnya tak menular ke anak dan istri. Ia menganggap ini sebuah mukjizat meski akhirnya sang istri memutuskan umtuk bercerai. "Itu tak jadi soal. Yang penting anak dan istri tidak tertular HIV," ucapnya, seraya menambahkan bila sebelum memulai aksi jalan kakinya pun ia masih sempat berpamitan dengan dua orang yang dicintainya tersebut. Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Semarang, Bambang Suroyo mengaku bangga atas aksi Gareng yang berani mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS di kota-kota besar seorang diri. Dia pun berharap, warga Kota Semarang akan lebih sadar dan mau menanggulangi gejala HIV/AIDS. "Di Kota Semarang ada 37 puskesmas dan melayani tes darah deteksi HIV secara gratis. Kami berharap, warga mau memeriksakan diri secara rutin agar tidak terinfeksi HIV/AIDS," tandasnya. (Yusuf IH)