Di Tingkat ASEAN, Indonesia Defisit 148,7 Juta Dolar AS

Jakarta, Obsessionnews - Defisit neraca perdagangan pertama kali terjadi di tahun 2015. Jumlahnya, mencapai 346,4 juta dolar AS. Padahal, Oktober kemarin masih tercatat surplus sebesar 1,01 miliar dolar AS. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin pada paparannya, Selasa (15/12), mengatakan defisit neraca perdagangan tersebut merupakan yang pertama kali di tahun 2015 dan terjadi lantaran kinerja ekspor lebih rendah ketimbang impor. Pada November 2015, ekspor tercatat mencapai 11,16 miliar dolar AS. Sementara impor sebesar 11,51 miliar dolar AS. Dan ini, terjadi di sektor migas serta non-migas. Sementara itu, dalam perdagangan antar negara ASEAN, Indonesia mencetak defisit sebanyak 148,7 juta dolar AS. Begitu juga perdagangan dengan Thailand yang defisit 250,6 juta dolar AS. Sedangkan dengan Singapura, 242,8 juta dolar AS. Sedangkan perdagangan dengan Uni Eropa, surplus masih berhasil dicetak sebesar 214,4 juta dolar AS. Suryamin menjelaskan, perdagangan Indonesia dengan mitra dagang utama lainnya seperti Cina malah mencatatkan defisit paling besar hingga 1,57 miliar dolar AS. Menyusul dengan Australia, defisit mencapai 128,1 juta dolar AS. Dengan Korea Selatan, defisit neraca perdagangan mencapai angka 115,8 juta dolar AS. Sedangkan dengan Taiwan 25,5 juta dolar AS. Namun, perdagangan dengan Amerika Serikat masih mencatatkan surplus sebanyak 508,7 juta dolar AS. Dengan jepang surplis 55,3 juta dolar AS, disusul India yang surplus 681,2 juta dolar AS. (Mahbub Junaidi)





























