Sekda Sumbar Terima Laporan Pejabat Terindikasi Narkoba

Sekda Sumbar Terima Laporan Pejabat Terindikasi Narkoba
Padang, Obsessionnews - Pengguna obat-obat terlarang seperti narkoba, tidak memandang usia dan pekerjaan. Pemakainya sudah merambah pejabat di lembaga eksekutif. Pejabat yang terindikasi memakai obat terlarang jenis narkoba, diingatkan untuk segera meninggalkan perbuatan tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat (Sumbar) Ali Asmar mengaku ada laporan dan informasi yang diterimanya tentang perilaku sejumlah pejabat terkait penyalahguna narkoba. Ia meminta pejabat bersangkutan segera meninggalkan perbuatan tersebut, karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan, namun juga pelanggaran hukum. “Memang sudah ada sejumlah pejabat, bahkan di tingkat eselon II, untuk itu melalui program pemberantasan dan pencegahan narkoba ini, kita internal Pemprov Sumbar juga berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkoba,” kata Ali Asmar saat membuka rapat koordinasi Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan tema Pembangunan Berwawasan Narkoba di Hotel Inna Muaro Padang, Senin (14/12). Ali Asmar menjelaskan, sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkait penyalahgunaan narkoba, sudah diatur dengan tegas. Sanksinya, bisa saja pemecatan untuk terberat, namun, sebelum mendapat sanksi, ada baiknya ANS tersebut segera memperbaiki diri. “Kalau kita sanksinya jelas dan tegas,”ujarnya. Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar dalam pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam memberantas narkoba. Bentuk dukungan dengan membuat program berwawasan narkoba pada kegiatan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada APBD 2016. Melalui upaya itu diharapkan sosialisasi pemberantasan narkoba dapat berjalan maksimal. Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar, Moh. Ali Azhar mengatakan bahwa kondisi Sumbar sudah cukup parah. Bahkan, berdasarkan penelitian ada 6.500 pecandu di Sumbar. Begitu juga kasus narkoba tiap tahun terus meningkat. “Kita butuh dukungan seluruh elemen pemerintah untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba,”sebut Ali Azhar. (Musthafa Ritonga)