Istana Kecewa Atas Kehadiran MKD di Kantor Luhut

Istana Kecewa Atas Kehadiran MKD di Kantor Luhut
Jakarta, Obsessionnews - Ternyata, tidak hanya publik yang mengecam tiga anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Golkar DPR RI yang sowan ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut B Pandjaitan pada Jumat (14/12) lalu.  Pihak Istana sendiri juga kecewa dengan perilaku 'tidak etis' ketiga anggota MKD dari Fraksi Golkar itu. "Memang patut disayangkan dalam konperensi pers tersebut ada anggota MKD yang hadir," sesal Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/12/2015). Namun demikian, dia yakin Luhut akan tetap objektif dalam menyikapi kasus 'papa minta saham'. Luhut, yang hari ini akan menyampaikan keterangan di hadapan MKD, diyakini tak bakal memihak siapa pun. "Saya yakin Pak Luhut tidak akan membela siapa-siapa karena apa yang di sampaikan untuk Pak Luhut sendiri," imbuh dia. Terkait kehadiran Luhut dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran kode etik pun sudah didiskusikan dengan pihak Istana. Pramono berharap Luhut akan menyampaikan keterangannya MKD secara terbuka. "Kami juga sudah diskusi dengan Pak Luhut, beliau akan hadir. Mudah-mudahan nanti Pak Luhut juga akan menyampaikan di MKD secara terbuka," kata kader PDI Perjuangan ini. Dalam jumpa pers yang digelar di kantor Kemenkopolhukam, Jumat 11 Desember, tiga anggota MKD DPR tampak hadir. Mereka adalah politikus Partai Golkar Kahar Muzakir, Adies Kadir, dan Ridwan Bae. Menurut Ridwan, keterangan Luhut pada jumpa pers ini bisa jadi bahan anggota MKD saat sidang nanti. "Kami harus menghargai undangan Menkopolhukam," ujar Ridwan, Jumat, saat itu. Nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman yang diduga merupakan perbincangan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M. Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Dari rekaman tersebut diketahui ada pencatutan nama presiden dan wakil presiden untuk mendapatkan saham. Rekaman itu, kini menjadi bukti, kasus dugaan pelanggaran etik Setya Novanto.(Mtv)