IHSG Diperkirakan di Kisaran 4340 Hingga 4440

IHSG Diperkirakan di Kisaran 4340 Hingga 4440
Jakarta, Obsessionnews - Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan akhir pekan kemarin menyusul meningkatnya resiko capital outflow terimbas sentimen negatif pasar Asia, anjloknya harga minyak mentah, dan rencana kenaikan tingkat bunga Fed Fund Rates Desember ini. Pasar saham Asia akhir pekan kemarin, didominasi tekanan jual di tengah penantian data penjualan ritel dan produksi industri China yang bisa memperburuk outlook perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan pelemahan Yuan. Indeks The MSCI Asia Pacific akhir pekan lalu turun 0,3%. Sedangkan IHSG tutup di 4393,522 terkoreksi 72,688 poin (1,63%). Ini, merupakan posisi penutupan terendah IHSG sejak perdagangan 6 Oktober 2015 lalu. Tekanan jual terutama dipicu pemodal asing yang mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 334,13 miliar di tengah tipisnya nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya mencapai Rp3,12 triliun. Selama sepekan, IHSG anjlok 2,55% melanjutkan koreksi pekan sebelumnya 1,14%. Seiring dengan koreksi pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan lalu melemah 0,75% di Rp 13.937. Sementara bursa global akhir pekan kemarin kembali tertekan. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro terkoreksi 2,04% di 3203,21. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,76% dan 1,94% tutup di 17265,21 dan 2012,37. Sedangkan harga minyak mentah anjlok 3,84% di 35,35 dolar AS perbarel. Pelaku pasar cenderung menghindari aset beresiko menyusul meningkatnya kekhawatiran anjloknya harga minyak mentah dunia dan antisipasi atas rencana kenaikan bunga menjelang pertemuan The Fed pekan ini. Harga minyak mentah dunia sepekan terakhir anjlok 11,93%. Menyusul meningkatnya resiko pasar global terutama dipicu anjloknya harga komoditas energi, pengamat pasar modal David Setyanto memperkirakan tekanan jual akan kembali mendominasi perdagangan awal pekan ini. Namun tekanan jual bersifat terbatas menyusul sentimen positif dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu. Produksi industri China November lalu berhasil tumbuh 6,2% (yoy) di atas estimasi 5,7% dan bulan sebelumnya 5,6%. Sedangkan penjualan ritel China November lalu tumbuh sesuai perkiraan yakni 11,2% (yoy). Ini mengindikasikan perekonomian China berkembang moderat. IHSG pada awal pekan ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 4340 hingga 4440 cenderung terkoreksi. IHSG : S1 4370  S2 4340  R1 4440  R2 4475 Berikut saham pilihan yang direkomendasikan pada perdagangan Senin (14/12) yakni, ASII 5700-6200 BoW, SL 5600 BBNI 4855-5000 BoW, SL 4800 SMGR 10625-11250 BoW, SL 10600, JSMR 4625-4850 BoW, SL 4600, KLBF 1190-1300 TB, SL 1100 GIAA 297-315 BoW, SL 295 PPRO 166-180 Buy, SL 165 SRIL 376-390 TB, SL 370 AKRA 6600-7000 BoW, SL 6400 BWPT 126-140 TB, SL 110. (Mahbub Junaidi)