Andri Sukses Bawa Kaos T-Obenk Populer di Mancanegara

Batam, Obsessionnews – Namanya cukup keren: Andri Kurniato. Dewasa ini Andri, panggilan akrabnya, merupakan salah seorang pengusaha muda yang sukses di Batam, Kepulauan Riau. Dialah pemilik toko kaos khas Batam bermerek T-Obenk yang merupakan singkatan dari T-shirt Oblong Batam Emang Elok. Berkat keuletannya, Andri berhasil membawa kaos T-Obenk populer di mancanegara. Bisnis kaos ini dimulai ketika banyak temannya yang pulang ke Batam di masa liburan kuliah pada Januari – Februari 2010. Mereka bertanya pada Andri di mana bisa mendapatkan kaos eksklusif yang menggambarkan tentang Batam. Mereka ingin memberikan cinderamata untuk teman-teman kuliahnya. Sayang sekali, saat itu di Batam belum ada kaos eksklusif yang bertemakan Batam, dan hal itu membuat teman-temannya gigit jari. Peristiwa itu menimbulkan inspirasi bagi Andri untuk berbisnis kaos khas Batam. Kebetulan ia memiliki keahlian mendesain di komputer yang dipelajarinya secara otodidak. Andri mendesain tentang beragam tema tentang Batam. Selanjutnya pada Maret 2010 dengan modal uang Rp5 juta ia berbelanja kaos oblong dan mencari perusahaan konveksi yang mencetak kaos dengan desainnya yang bertemakan tentang Batam. Ia mengenalkan kaos itu dengan nama T-Obenk. Produksi awal hanya sebanyak 150 buah. Ternyata dalam waktu singkat kaosnya terjual habis, dan hal itu semakin memacu Andri untuk lebih serius menekuni bisnis kaos. Untuk memasarkan produknya tersebut Andri bekerja sama dengan sebuah toko oleh-oleh terbesar di Batam, beberapa biro perjalanan, dan hotel-hotel. Selain itu Andri juga memasarkan melalui internet. Hasilnya luar biasa. Kaosnya diminati banyak orang, dan pesanan pun banyak mengalir dari berbagai daerah di Indonesia, serta juga dari luar negeri. Seiring banyaknya pesanan Andri kebingungan karena kekurangan modal. Untunglah masalah itu teratasi ketika ia bertemu dengan seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Batam dan ditawari meminjam Kredit Usaha Rakytat (KUR) pada 2012. Andri tidak menyia-nyiakan peluang itu dan ia meminjam KUR sebesar Rp250 juta dengan angsuran Rp9 juta per bulan untuk jangka waktu 3 tahun. Uang KUR dipergunakan untuk menyewa sebuah ruko di kompleks Permata Hijau, Batam Centre, dan tambahan modal kerja. Ia menjual kaos dengan harga Rp60 ribu hingga Rp150 ribu. Dalam sebulan ia meraup keuntungan rata-rata Rp50 juta. Bisnis kao T-Obenk ini dijalankan Andri bersama isterinya, Elena, dan 6 karyawan. “Sebelum mendapat KUR keuntungan saya per bulan Rp10 juta hingga Rp15 juta, dan setelah mendapat KUR keuntungan meningkat menjadi Rp50 juta per bulan. Saya akan memperluas jaringan pemasaran kaos T-Obenk agar semakin dikenal,” katanya. Berkat bisnis kaos T-Obenk Andri berhasil menjadi juara II di ajang Youth Starup Icon yang diselenggarakan majalah Marketeers di Pekanbaru, Riau, tahun 2011. Lomba tersebut diikuti ratusan pebisnis muda dari seluruh Indonesia. Secara geografis Batam dekat dengan Singapura. Perjalananan dari Batam ke Singapura cukup ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan kapal ferry. Banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang berliburan di Singapura juga meluangkan waktu untuk mengunjungi Batam. Di Batam, para wisman itu membeli aneka ragam oleh-oleh khas Batam, termasuk adalah kaos T-Obenk. (Arif RH)





























