Ratusan Warga Gantung 'Anti Korupsi' di Pohon Harapan

Ratusan Warga Gantung 'Anti Korupsi' di Pohon Harapan
Semarang, Obsessionnews - Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng bersama Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jateng, Sahabat KY dan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Semarang mengadakan acara bertema 'Gelar Budaya Peradilan Bersih' yang diadakan di Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (13/12/2015). Sepanjang acara, setidaknya 321 warga turut berpartisipasi dengan menggantung kertas bertuliskan harapan mereka terhadap pemberantasan kasus korupsi di 'Pohon Harapan' setinggi 2 meter. Antusiasme warga begitu tinggi, mengingat dalam kurun kurang dua jam, target panitia berupa pemasangan kertas harapan melebihi target. Disamping itu, panitia juga menyuguhkan pagelaran musik kerakyatan, musikalisasi puisi, orasi kampanye hari anti korupsi, stand up comedy, foto booth, bagi kalender, pameran foto dan poster anti korupsi karya warga Jateng. anti korupsi-2 Plt Koordinator PKY Jateng, Ferry Fernandes menilai, kegiatan ini sebagai titik dorong peran serta masyarakat untuk mendukung pemberantasan tindak pidana extra ordinary yakni korupsi. Momentum HAKI tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga pelibatan masyarakat secara luas agar menghasilkan dampak penyadaran isu antikorupsi. "Tanpa peran serta masyarakat tidak mungkin korupsi dapat diberantas. Kami sebagai lembaga pengawas hakim juga ingin turut menyadarkan masyarakat pentingnya memberantas kasus korupsi," kata Ferry disela-sela acara. Menurutnya, pelaksanaan acara ini penting lantaran menjadi perwujudan kampanye bersama dalam sebuah rangkaian gerakan anti korupsi.  "Penyakit korupsi terjadi di berbagaimacam sector maka diperlukan sarana kampanye yang berbasiskan kepada masyarakat secara luas," ungkapnya. Terpisah, Koordinator acara, Sekti Wibowo mengaku acara tersebut sebenarnya akan diadakan pada 9 Desember kemarin dengan konsep acara in door (dalam ruangan). Namun, karena berpapasan dengan Pilkada serentak, akhirnya pelaksanaan acara pun diundur. "Panitia juga memindahkan acaranya di CFD karena sekaligus kampanye hari anti korupsi," kata Sekti yang juga pengurus KOMPAK Jateng ini. anti korupsi-3 Menurutnya kepedulian masyarakat harus ditumbuhkan karena tanpa masyarakat, pemerintah tidak mungkin akan bersih dari virus korupsi. Dia juga berharap, melalui acara ini dapat ikut mengawal aparat penegak hukum (APH) dalam menjalankan fungsinya memberantas korupsi. "Kita sebagai masyarakat harus terus mengawal APH. Ingat APH juga manusia biasa tentunya tidak luput dari salah," ujarnya. Pihaknya berencana mengirim tulisan warga di Pohon Harapan tersebut ke instansi terkait, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan Kepolisian. "Nantinya kita berharap bersama akan masukan-masukan dari masyarakat tersebut dijadikan masukan yang bisa diwujudkan oleh para APH," tandasnya. (Yusuf IH)