OPEC Disarankan Kembali ke Sistem Kuota

Teheran - Mantan Direktur Urusan OPEC di Kementerian Perminyakan Iran, mengatakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) harus kembali ke sistem yang mengatur kuota produksinya. Javad Yarjani dalam wawancaranya dengan kantor berita ISNA, Jumat (11/12/2015), menerangkan tentang dampak-dampak potensial kembalinya Iran ke pasar minyak dunia setelah penghapusan sanksi. “Intinya, OPEC harus kembali ke peran masa lalunya yakni sistem kuota sebagaimana disebutkan dalam AD/ART organisasi itu, tapi sayangnya sistem tersebut diabaikan sejak November 2014,” ujarnya. Yarjani menekankan pentingnya sistem kuota di OPEC dan menambahkan, selama organisasi itu tidak kembali ke sistem kuota dan membiarkan proses produksi saat ini, maka kondisi pasar tidak akan berubah. Soal rencana untuk menambah satu juta barel produksi OPEC dalam sidang baru-baru ini di Wina, ia menganggap rencana itu hanya lelucon. Menurutnya, sejumlah laporan OPEC tidak mendukung hal itu, sekarang negara-negara anggota juga memproduksi 1,8 juta barel melebihi kuota yang ditetapkan OPEC. Ketika ditanya tentang kehadiran kembali Indonesia di OPEC, Yarjani mengatakan, sistem kuota produksi semestinya diterapkan bersamaan dengan kembalinya Indonesia dan juga mempertimbangkan kuota khusus untuk negara itu. (irib.ir)





























