Keluar dari Freeport, Marten Degei Jadi Peternak

Timika, Obsessionnews - Hanya kerja keras yang bisa menentukan keberhasilan di waktu mendatang. Itulah yang dibuktikan oleh Marten Degei (43), warga Paniai, Papua. Kisah sukses Marten dimulai dari membuka usaha peternakan ayam potong, sejak tahun 2007. "Saya mulai usaha bukan dengan modal tapi saya ingin usaha, saya rintis mulai 2007," cerita Marten kepada wartawan yang datang mengunjungi pusat peternakan miliknya di SP2, Timika, Papua, Sabtu (12/12/2015). Sebelumnya, Marten bekerja sebagai buruh di bagian pergudangan milik PT Freeport Indonesia. Tapi ia tak memiliki banyak uang, lantaran gajinya lebih banyak digunakan untuk membiayai kuliah adik-adiknya. Akhirnya Marten mulai berpikir merintis usaha sendiri. "Setelah dua tahun berjalan pada tahun 2009 saya direkrut sebagai penerima dana bergulir LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dengan bantuan modal awal Rp 30 juta," katanya. Dana bantuan dari LPMAK digunakan untuk membeli kebutuhan usaha seperti membangun kandang, mendatangkan bibit ayam dan pakan ternak. Karena usahanya sudah mulai berkembang, pada tahun 2010, Marten kembali mendapat bantuan bibit ayam dari Dinas Peternakan, Mimika. "Saya terima kasih kepada LPMAK yang telah membantu saya dalam hal mengangkat usaha saya, dan harapan saya tahun berikutnya saya bisa mencapai populasi 5 ribu manimal, maksimal 10 ribu," ujar dia. Saat ini Marten sedang menambah dua unit kandang baru dengan populasi 2156 ekor. Semakin banyak produksi telur dari usahanya, maka semakin banyak pula pundi-pundi uang yang ia hasilnya. Selama 8 tahun berjalan, bapak beranak satu ini sudah memiliki segala-galanya. Uang tabungan miliknya yang tersimpan saat ini mencapai Rp 200 juta, ditambah mobil, rumah pribadi dan satu hektar tanah serta yang lebih penting, Marten sudah berhasil nikah dan dikaruniai seorang anak. "Saya tidak kawin karena biayai adik saya sampai kuliah. Setelah dapat usaha ini baru kawin, saya sudah bisa punya tanah 1 hektar hasil dari usaha, sudah punya istri dan satu orang anak, itu semua karena kerja keras," katanya. Setelah berhasil, Marten minta mandiri. Dia ingin lepas dari beban subsidi dari LPMAK dan mencoba memulai usaha tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain. "Usia usaha ini sudah menuju mandiri, jadi saya harap donator saya, saya pikir bisa menjalankan sendiri, jadi mohon dipikirkan untuk memandirikan saya," ucap Marten. (Has)





























