Jokowi Cerdas, Dorong Bola Panas Freeport Ke MKD

Jokowi Cerdas, Dorong Bola Panas Freeport Ke MKD
Jakarta, Obsessionnews - Direktur Politik Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi menilai strategi Presiden Jokowi yang mendorong bola panas Freeport ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dan tidak ke kepolisian adalah tindakan sangat cerdas. “Dengan demikuaj masyarakat melihat secara terang benderang siapa rampok yang selama ini menggerogoti lumbung padi. Jokowi paham, jika di kepolisian atau kejaksaan mereka bisa sembunyi karena jaringan mereka begitu kuat di dalamnya. Karena itu, dibuatlah pengadilan rakyat di MKD,” ungkapnya, Sabtu (12/12/2015). “Beredarnya transkrip rekaman juga bagian dari move untuk semakin menguatkan keterlibatan para mafia Freeport. Masyarakat bisa menyaksikan mengadili para pencari rente di balik uang Freeport,” bebernya. Ia menambahkan, disidangkannya Setya Novanto di MKD, menyusul Luhut Panjaitan, adalah bukan hanya masalah Freeport saja, bukan masalah Setya Novanto dan Riza Chalid saja, tetapi lebih besar dari itu yaitu Pilkada 2015. “Dengan terbukanya mata masyarakat bahwa Golkar ,PKS dan Gerindra ternyata melindungi para makelar, maka masyarakat akan berhitung banyak hal untuk mencoblos ketiga partai itu. PKS sangat paham jebakan batman ini, karena itu mereka langsung menghindar kalau tidak makin jeblok suara mereka di Pilkada nanti,” paparnya. Bahkan, lanjut Tresnandi, dalam rangka Pemilu 2019 nanti, Jokowi dan PDIP sudah menang dari sekarang. “Karena itu menjadi tidak penting apakah Setya Novanto bersalah atau tidak, tetapi tujuan utamanya adalah membuka borok Golkar dan Gerindra bahwa mereka adalah partai pelindung koruptor,” tandasnya. Pada situasi ini, jelasnya, Jokowi juga secara sadar memunculkan ke area publik siapa itu Muhammad Riza Chalid, orang yang selama ini tidak terlihat yang memainkan banyak peran dalam politik Indonesia. “Orang ini sangat berbahaya karena dengan uangnya ia bisa menggerakkan banyak hal untuk menjatuhkan Jokowi. Dengan membuka dalang besar di belakangnya, maka Jokowi akan mendapat banyak simpati rakyat untuk melindunginya dalam bertugas,” ungkapnya pula. “Sementara kasus korupsi bansos Sumut yang telah menciptakan 'pemukatan jahat' petinggi Nasdem lenyap ditelan Papa Minta Saham,” celetuk Tresnadi. (Ars)