Forum Rektor: Lafran Pane Pantas Jadi Pahlawan Nasional

Solo, Obsessionnews - Dalam rangka memperjuangkan pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, Korps Alumni HMI (KAHMI) kembali menggelar seminar nasional untuk mengupas jejak pemikiran Larfan Pane di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Sabtu (12/12/2015). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Rektor Indonesia, Rochmat Wahab menilai, Lafran Pane pantas menjadi Pahlawan Nasional. Sebab, Lafran telah menciptakan wadah bagi generasi muda Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia hingga sekarang. "Lafran Pane telah mewariskan sebuah organisasi besar (HMI) yang salah satu tujuannya untuk mempertahankan NKRI," Ungkap Rochmat yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam Seminar Nasional “Jejak Lafran Pane dalam Pendidikan Karakter Bangsa." di UNS. Sementara itu, Akbar Tandjung (Dewan Penasehat KAHMI) yang juga hadir dalam seminar itu juga mengatakan, bahwa pemikiran Lafran Pane dalam mendirikan HMI sampai saat ini masih tetap relevan untuk diterapkan. Buktinya, HMI masih bisa bertahan dan terus diminati oleh para mahasiswa untuk belajar berorganisasi. “pasti beda, mahasiswa yang rajin berorganisasi dengan yang tidak, nah di HMI diajarkan cinta tanah air, bela negara, sebab tujuan HMI yang digagas Lafran Pane adalah mempertahankan negara republik indonesia dan mempertinggi derajat rakyat indonesia," ungkap Akbar Tanjung yang semasa hidupnya cukup akrab dengan Lafran Pane.
Seminar yang dihadiri lebih dari 500 orang ini juga menghadirkan narasumber lain seperti: Dr. Aidul Fitriciada Azhari (Akademisi UNS), Prof. Dr. Warto (Sejarawan) dan Hariqo Wibawa Satria, M.Si (Penulis Biografi Lafran Pane) serta dimoderatori oleh Lukman Hakim. Aidul Fitriciada mengungkapkan Lafran Pane telah mendorong kesadaran baru, dari kesadaran ideologis menjadi kesadaran akademis. Sementara Warto meminta agar perjuangan Lafran Pane juga dimasukkan kedalam kurilkulum agar karakter-karakter Lafran Pane dapat dijadikan tauladan. Sedangkan Hariqo Wibawa Satria menjelaskan tentang peran Lafran Pane dalam menjaga kerukunan di Indonesia. Menurutnya, Lafran Pane telah berhasil mempersatukan mahasiswa Islam melalui wadah HMI. Organisasi ini bersifat independen tidak berafiliasi dengan aliran apapun, sehingga para mahasiswa yang bergabung di HMI sudah terbiasa menyikapi perbedaan. "Lewat HMI yang ia dirikan, mahasiswa diajarkan bahwa dalam Islam itu juga banyak aliran, Lafran tidak mempersoalkan itu, sehingga ketika seseorang menjadi alumni HMI ia tidak kaget dengan perbedaan-perbedaan lainnya di dunia ini, ini kontribusi luar biasa, ini obat bagi penyakit sebagian kecil kita yang cepat curiga dengan kelompok lain,” jelasnya. Selain Rochmad Wahab, ada juga Prof. Dr. Ravik Karsidi, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. Sebagai tuan rumah, Ravik Karsidi merasa bangga dalam seminar di Solo dihadiri banyak tokoh, dan juga datang memberi sambutan Mu’man Nuryana, Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial di Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Bangsa Indonesia membutuhkan banyak tauladan dari orang-orang berkarakter kuat dan positif seperti Almarhum Lafran Pane," Ravik Karsidi dalam sambutannya. (Albar)
Seminar yang dihadiri lebih dari 500 orang ini juga menghadirkan narasumber lain seperti: Dr. Aidul Fitriciada Azhari (Akademisi UNS), Prof. Dr. Warto (Sejarawan) dan Hariqo Wibawa Satria, M.Si (Penulis Biografi Lafran Pane) serta dimoderatori oleh Lukman Hakim. Aidul Fitriciada mengungkapkan Lafran Pane telah mendorong kesadaran baru, dari kesadaran ideologis menjadi kesadaran akademis. Sementara Warto meminta agar perjuangan Lafran Pane juga dimasukkan kedalam kurilkulum agar karakter-karakter Lafran Pane dapat dijadikan tauladan. Sedangkan Hariqo Wibawa Satria menjelaskan tentang peran Lafran Pane dalam menjaga kerukunan di Indonesia. Menurutnya, Lafran Pane telah berhasil mempersatukan mahasiswa Islam melalui wadah HMI. Organisasi ini bersifat independen tidak berafiliasi dengan aliran apapun, sehingga para mahasiswa yang bergabung di HMI sudah terbiasa menyikapi perbedaan. "Lewat HMI yang ia dirikan, mahasiswa diajarkan bahwa dalam Islam itu juga banyak aliran, Lafran tidak mempersoalkan itu, sehingga ketika seseorang menjadi alumni HMI ia tidak kaget dengan perbedaan-perbedaan lainnya di dunia ini, ini kontribusi luar biasa, ini obat bagi penyakit sebagian kecil kita yang cepat curiga dengan kelompok lain,” jelasnya. Selain Rochmad Wahab, ada juga Prof. Dr. Ravik Karsidi, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. Sebagai tuan rumah, Ravik Karsidi merasa bangga dalam seminar di Solo dihadiri banyak tokoh, dan juga datang memberi sambutan Mu’man Nuryana, Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial di Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Bangsa Indonesia membutuhkan banyak tauladan dari orang-orang berkarakter kuat dan positif seperti Almarhum Lafran Pane," Ravik Karsidi dalam sambutannya. (Albar)




























