Telaah CCTV, Kejagung Ingin Ungkap Dalang 'Papa Minta Saham'

Jakarta, Obsessionnews - Kejaksaan Agung sedang menelaah rekaman CCTV di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place yang menjadi tempat pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto, Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Riza Chalid. Penelaahan CCTV itu untuk mengetahui siapa dalang skandal 'Papa Minta Saham'. "Itu untuk meyakinkan ya, apakah pertemuan betul ada, dan siapa inisiatornya, siapa yang punya inisiatif, siapa yang memfasilitasi dan sebagainya," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (11/12/2015). Jaksa Agung mengatakan pihaknya sedang menyatukan bukti-bukti yang ada menjadi sebuah peristiwa yang utuh. Selain CCTV, penyelidik Kejagung juga sudah mengantongi rekaman pembicaraan 'Papa Minta Saham' yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. "Kita hanya ingin menelaah lebih dalam, biar semuanya itu tidak ada yang terlewatkan," kata Prasetyo. Sebelumnya, rekaman CCTV itu diambil dari Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung pada 8 Juni 2015 itu diduga ada pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk mendapatkan saham sebagai imbal perpanjangan kontrak Freeport yang akan habis 2021. Dalam penyelidikan kasus ini, Kejagung telah meminta keterangan kepada Maroef dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, terkait dugaan tindak pidana pemufakatan jahat berdasarkan Pasal 15 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perkara dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla oleh Setya awalnya terungkap setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan hal tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pertengahan bulan lalu. Dalam laporannya, Setya disebut telah mencatut nama Jokowi dan JK. Pencatutan dilakukan saat Setya Novanto bertemu Maroef dan Riza Juni lalu. (Has)





























