KTP Untuk Ahok Terkumpul Hampir 50 Persen dari Target

KTP Untuk Ahok Terkumpul Hampir 50 Persen dari Target
Jakarta, Obsessionnews – Dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar bisa ikut berkompetisi dalam Plikada DKI 2017 mendatang terus mengalir. Ahok akan maju dalam Pilkada tersebut melalui jalur independen atau perseorangan. Syarat yang harus dipenuhinya adalah mendapat dukungan sejuta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). (Baca Juga: Hebat! Ahok Langkahi 10 Parpol) Untuk mengumpukan sejuta KTP, Ahok dibantu oleh para relawan yang tergabung dalam komunitas ‘Teman Ahok’. Sejak Juni 2015 ‘Teman Ahok’ gencar bergerilya mengumpulkan KTP. Mereka menghimpun KTP melalui posko-posko yang tersebar di sejumlah kelurahan dan mal. Selain itu juga menggunakan mobil keliling. Dan tidak sedikit warga yang mendatangi markas ‘Teman Ahok’ di Graha Pejaten, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk menyerahkan KTP-nya. (Baca Juga: Ini Rahasia Sumber Dana ‘Teman Ahok’) Perjuangan para relawan yang mayoritas anak-anak muda itu berbuah manis. Mereka telah mengumpulkan KTP hampir 50 persen dari target. Hingga Kamis (10/12/2015) telah terkumpul 485.837 KTP. (Baca Juga: Hebat! Sebentar Lagi Ahok Bakal Gilas Semua Parpol) Dan hebatnya, perolehan KTP untuk Ahok tersebut mengalahkan perolehan suara 10 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, PPP sebesar 452.224 suara, PKS (424.400 suara), Golkar (376.221 suara), Partai Demokrat (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara). Tinggal dua partai yang masih berada di atas perolehan KTP untuk Ahok, yakni Partai Gerindra (592.472 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). ‘Teman Ahok’ menargetkan Juli 2016 terkumpul sejuta KTP. Tampaknya perolehan KTP pada Juli 2016 bakal melebihi target, karena begitu tingginya animo masyarakat yang mendukung Ahok. Dan kemungkinan besar KTP untuk Ahok bakal melewati perolehan suara PDI-P. Ahok memutuskan memilih jalur independen setelah hengkang dari Gerindra pada 2014. Sejak resmi dilantik menjadi orang nomor satu di DKI pada 19 November 2014, popularitasnya meroket. Suvei yang dilakukaan oleh sejumlah lembaga survei menunjukkan mayoitas warga DKI merasa puas dengan kinerja Ahok dan mendukung Ahok ikut berlaga di Pilkada DKI 2017. (Arif RH)