Kasus Setya Novanto Berdampak Buruk pada Pilkada

Jakarta, Obsessionnews - Kasus "papa minta saham" yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR RI Setya Novanto berdampak buruk terhadap Partai Golkar dalam menghadapi pemilihan kepada daerah yang sudah berlangsung 9 Desember kemarin. Hal itu diakui oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Dimana, pemberitaan miring terhadap Setya Novanto secara otomatis memiliki pengaruh kepada suara Golkar di masyarakat. Sebab, Setya termasuk jajaran petinggi Golkar yang menempati jabatan sebagai Wakil Ketua Umum. "Tidak bisa dipungkiri, kasus Setya punya pengaruh terhadap perolehan suara Golkar di Pilkada serentak," kata Idrus di DPR, Jumat (11/12/2015). Meski demikian, Idrus masih bersyukur dalam Pilkada ini Golkar diklaim bisa memenangkan pemilihan hampir 52 persen, berdasarkan data-data yang sudah dimiliki oleh tim internal Golkar. "Data-datanya yang ada di Banten dan beberapa daerah ada 80 persen. Kecuali hanya Jateng kita cuma menang beberapa. Tapi secara keseluruhan nasional kami menang di 52 persen baik sebagai pendukung maupun pengusung," kata Idrus. Menurut Idrus ini lah yang membedakan Partai Golkar dengan partai lain. Ditengah konflik internal Golkar belum selesai, dan isu korupsi yang diduga menyeret kader-kadernya. Golkar kata dia, masih tetap eksis dan mampu bersaing dengan partai lain. "Badai apapun yang ada Insya Allah bisa dihadapi," jelasnya. (Albar)





























