Ketum PPP: Trump Pancing Kemarahan Umat Islam

Ketum PPP: Trump Pancing Kemarahan Umat Islam
Jakarta, Obsessionnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai ‎pernyataan bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melarang umat Muslim memasuki AS, adalah pernyataan yang menyesatkan, kental bernuansa SARA, ‎sekaligus memicu konflik antar agama. Menurut Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy, pernyataan tersebut tidak mungkin timbul jika tidak karena sikap apriori yang sejak awal dimiliki Trump terhadap umat Islam. Hal itu juga dapat memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia dan bahkan bisa memancing timbulnya benturan peradaban sebagaimana ramalan Huntington. Sehingga, tegasnya, jika Donald Trump tidak minta maaf dan mengoreksi pernyataannya, PPP menyerukan penolakan investasi Trump dalam bentuk apapun di Indonesia. "Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, mari kita galang penolakan investasi Trump sampai yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka, sebagaimana ia melansir pernyataan rasisnya secara masif," kata pria yang biasa disapa Romi, Kamis (10/12/2015), di Jakarta. Romi mengakui, Indonesia memang butuh investasi asing untuk peningkatan devisi negara. Namun, dengan pernyataan konyol Trump, akan berdampak buruk terhadap masyarakat Indonesia. Sebab, Indonesia mayoritas beragama Islam. "Kita membutuhkan dan ramah dengan investasi asing, tapi kita tidak bisa menerima jika itu dilakukan oleh orang yang dari dirinya tidak menampilkan wajah yang bersahabat," tegasnya. Anggota Komisi III DPR ini juga menilai, tidak bijak jika orang semacam Trump dipilih sebagai pemimpin negara besar seperti AS. "Di tengah meningkatnya radikalisme akhir-akhir ini, hendaknya pemimpin AS ke depan adalah figur yang bersahabat kepada seluruh umat beragama, mengedepankan jalan damai dalam setiap dispute settlement, tanpa kehilangan ketegasan sebagai negara dengan kekuatan militer dan ekonomi terbesar di dunia," jelasnya. (Albar) [caption id="attachment_60736" align="aligncenter" width="640"]Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist) Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist)[/caption]   [caption id="attachment_59551" align="aligncenter" width="640"]Setya Novanto dan Donald Trump Setya Novanto dan Donald Trump[/caption]