Final Pasanggiri Angklung Jabar Digelar di Subang

Final Pasanggiri Angklung Jabar Digelar di Subang
Subang, Obsessionnews – Dalam rangka Hari Angklung ke-5 Internasional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar), mempercayakan penyelenggaraan Pasanggiri (Lomba) Angklung Tingkat Jawa Barat. Dengan peserta siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Subang. Bertempat di Aula Pemda Subang, sebanyak 10 finalis yang terdiri 5 finalis SLTP dari 5 finalis SLTA akan menunjukkan kebolehannya memainkan alat musik dari bambu tersebut. Peserta yang tampil merupakan Perwakilan dari Keresidenan se-wilayah Jabar. Kepercayaan ini sangat diapresiasi oleh Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurut Imas, dengan kepercayaan yang diberikan bisa memberikan motivasi kepada seniman-seniman Subang untuk benar-benar menjaga Seni Budaya Indonesia Angklung dengan baik. Terlebih Angkung telah diakui sebagai World Heritage (Warisan Dunia) asli Indonesia. [caption id="attachment_80966" align="aligncenter" width="640"]Tim Juri Pasanggiri Angklung Jawa Barat Tim Juri Pasanggiri Angklung Jawa Barat[/caption] Kegiatan pasanggiri seharusnya menjadi ajang untuk saling memotivasi dalam pengembangan Seni Angklung khususnya diantara peserta. “Melalui kagiatan pasinggiri bisa menjadi ajang silaturahim antara seniman untuk saling memotivasi dalam pengembangan kesenian angklung melalui penampilan semenarik mungkin,” ujar Imas dalam sambutannya, Kamis (10/12/2015). Pembukaan secara resmi oleh Wakil Bupati Subang yang didampingi Kepala Disparbud Jawa Barat, Drs. Nunu Sobari MM, Ketua Yayasan Angklung Udjo, Sam Udjo dan Ketua Pelaksana Pasinggiri Jawa Barat, Dudi Dharma Bakti, dengan membunyikan angklung yang diikuti oleh peserta dan penonton. [caption id="attachment_80968" align="aligncenter" width="640"]Penampilan Bajidor Kahod Penampilan Bajidor Kahod[/caption] Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora), Hidayat menyikapi kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan Pasanggiri sebagai pesan untuk mengembangkan inovasi seni angklung. ”Oleh karena itu kami (Pemkab Subang) akan terus mendorong dan memotivasi sehingga (Seni Angklung) menjadi memasyarakat,” ujarnya. Potensi untuk mengembangkan, kata Hidayat sangat mendukung baik melalui pendidikan formal maupun melalui sanggar-sanggar. Acara Pembukaan dimeriahkan dengan penampilan kesenian Sunda, diantaranya “Bajidor Kahod”. Hingga berita ini ditulis, kegiatan Pasanggiri Angklung masih berlangsung. Sesuai Tata Tertib Penyelenggara, selama penampilan peserta juru warta dilarang mengambil gambar dengan alasan untuk menghindari konsentrasi peserta. (Teddy)