Berlemak Namun Bermanfaat

Berlemak Namun Bermanfaat
Tidak semua makanan berlemak tinggi perlu dihindari. Karena lemak diperlukan tubuh untuk membantu menyerap vitamin A, E, D, dan K. Makanan yang mengandung lemak akan memberi rasa kenyang lebih lama dan dapat membantu program diet. Perlu diingat bahwa tidak semua kolesterol jahat. Ada dua jenis kategori, yaitu kolesterol jahat (LDL-Low Density Lipoprotein) dan kolesterol baik (HDL-High Density Lipoprotein) dalam aliran darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis makanan berlemak yang justru dianjurkan karena baik untuk kesehatan. Jenis makanan ini kandungannya adalah lemak baik. Selama tidak dikonsumsi berlebihan, justru bermanfaat untuk mengendalikan lemak jahat.
  1. Zaitun. Sepuluh biji buah zaitun yang dicampurkan ke dalam salad akan memberikan tambahan 5 gram lemak, 3,5 gram di antaranya lemak tak jenuh tunggal dan 0,4 gram lemak tak jenuh jamak. Sedangkan minyaknya, tiap satu sendok makan mengandung 13 gram lemak, hampir 10 gram di antaranya masuk kategori tak jenuh tunggal, dan 1,5 gram tak jenuh jamak. Tiap satu sendok makan (5gr) minyak zaitun yang masuk ke tubuh kita mengandung 5 gr lemak. Hampir tidak ada minyak lainnya yang memiliki kadar kolesterol serendah minyak zaitun. Kita mengetahui bahwa ada lemak baik (HDL) dan lemak jahat (LDL). Minyak zaitun bermanfaat menaikkan lemak baik dan menurunkan lemak jahat.
  2. Telur. Jika kita menyantap sebutir telur berukuran besar yang mengandung 5 gram lemak, maka termasuk di dalamnya ada dua gram lemak tak jenuh tunggal dan satu lemak tak jenuh jamak. Namun demikian, beberapa pakar merekomendasikan untuk mengonsumsi telur ayam tidak lebih dari dua butir per hari. Kuning telur yang umumnya sangat ditakuti akan kandungan lemaknya, sebenarnya adalah makanan yang sangat sehat jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.  Kuning telur mengandung 1,33 gram kolesterol per 100 gram dan merupakan sumber yang kaya vitamin A, B, kalsium, fosfor, zat besi, dan lesitin. Zat besi yang ditemukan dalam kuning telur lebih mudah dicerna dan berasimilasi dalam tubuh. Menurut para ahli gizi, seseorang dapat makan sebutir telur setiap hari tanpa merugikan kadar kolesterol dan kadar lemak lainnya dalam tubuh. Tetapi, bagi mereka yang ingin makan lebih banyak telur, kita bisa mengurangi lemak dengan hanya makan lebih banyak putih telur. Telur puyuh juga bisa menjadi salah satu pengganti telur ayam yang lebih sehat.
  3. Biji Rami. Patut diketahui, satu sendok teh biji rami mengandung lebih dari 4 gram lemak, termasuk 1 gram lemak tak jenuh tunggal dan 3 gram lemak tak jenuh jamak. Biji rami juga mengandung antioksidan yang disebut lignan, 75-800 kali lebih banyak dibandingkan tanaman lain.
  4. Alpukat. Tahukah kita bahwa setengah potong alpukat mengandung hampir 15 gram lemak, sebagian besar di antaranya merupakan lemak tak jenuh. Jenis lemak ini tepat dikonsumsi, karena berguna dalam pembentukan kolesterol baik di dalam tubuh. Alpukat memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi, setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Selain itu, kaya akan protein, riboflavin (dikenal sebagai vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin C. Alpukat juga mengandung lemak cukup tinggi. Namun, jangan takut lemak di alpukat mirip dengan minyak zaitun, yaitu lemak tak jenuh dan berdampak positif dalam tubuh. Lemak tersebut juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
  5. Salmon. Beberapa jenis ikan banyak mengandung lemak, termasuk di antaranya tuna, makarel, sardin, dan tentunya salmon. Paling baik adalah salmon liar yang mengandung 5-9 gram lemak dalam setiap potongan fillet 85 gram. Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya mencapai 2 gram dan lemak tak jenuh jamak 4 gram. Western Human Nutrition Research Center di San Francisco melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa pola diet dengan konsumsi salmon selama 20 hari dapat meningkatkan kadar HDL sebesar 10% dari angka normal.
  6. Kacang Almond. Di antara kacang-kacangan yang lain, almond paling banyak mengandung lemak baik. Dalam 23 butir kacang almond utuh, terkandung lebih dari 14 gram lemak, terdiri dari 9 gram lemak tak jenuh tunggal dan 3,5 gram lemak tak jenuh jamak. Pastinya, rendah kalori. Konsumsi rutin almond dapat membantu untuk meningkatkan tingkat HDL dan mengurangi tingkat LDL, sehingga secara efektif mengontrol kadar kolesterol. (Sahrudi/Men's Obsession Magazine)